Selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Mengetahui Tempat Menakjubkan Membuat Hati Bahagia

Traveling Salah Satu Cara menghilangkan Penat

Mengajar itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Dunia Penuh Canda Tawa Peserta Didik

Showing posts with label AISEI. Show all posts
Showing posts with label AISEI. Show all posts

Wednesday, 20 January 2021

Pengimbasan Guru Belajar Seri AKM

 


          Setelah peserta telah tuntas mengikuti sesi orientasi dan sampai pada tahap Bimtek Guru Belajar Seri AKM. Peserta program Guru Belajar Seri AKM diharapkan mengimbaskan kepada teman guru pada masing-masing satuan Pendidikan.

          Perlu diketahui Program Guru Belajar Seri AKM merupakan Program pembelajaran yang dirancang untuk membantu para Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, SMALB, dan PKBM sederajat dalam memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional, serta dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.

          Tujuan program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum adalah :

  1. Memahami konsep Asesmen Nasional.
  2. Memahami bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional.
  3. Menganalisis contoh asesmen literasi membaca pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  4. Menganalisis contoh asesmen numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  5. Membaca dan menindaklanjuti laporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum.
  6. Melakukan pengimbasan dengan mengajak rekan guru yang lain untuk mengikuti program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum.

Berikut Video Pengimbasan yang dilakukan kepada teman sejawat di sekolah jangan lupa like dan subscribenya klik



Sunday, 17 January 2021

Membuat Video Yang Menarik di Youtube

            Pandemi membawa berkah. Guru menjadi lebih kreatif. Teknologi menjadi sahabat bagi para guru. Gaptek sudah tidak level lagi. Bergerak, berbagi dan terus belajar itu motto guru sekarang.

          Hal yang sama saya lakukan. Apalagi menyandang guru muda itu tidak mudah. Para senior pasti akan memandang sebelah mata apabila kita kaum muda terlambat mengenal ataupun mengetahui informasi yang baru.

          Kali ini saya mencoba membuat video agar lebih menarik di channel youtube saya. Video yang biasanya diunggah langsung tancap gas menuju intinya. Keisengan mulai muncul, saya lihat konten dan video beberapa youtuber terkenal. Akhirnya saya mendapatkan tips dan triknya.

  1. Buat Intro yang menarik
  2. Jangan lupa sisipkan notifikasi agar orang yang menonton youtube tergerak menekan tombol subscribe dan mengaktifkan tombol lonceng
  3. Buatlah Tumbnail yang menarik sebagai opening awal sebelum mereka menonton video kita
  4. Gunakan sapaan yang menarik pula dalam video 

1

Video telah diselesaikan, mungkin masih banyak kekurangan tapi akan terus untuk berusaha





Thursday, 14 January 2021

Mimpi Baru Telah Lahir

 

      Menulis bukanlah kegiatan yang dekat dalam hidup saya. Jika di flashback kebelakang saya masih ingat disaat kelas 1 SD dulu. Ketika pelajaran Bahasa Indonesia anak-anak diminta untuk membuat beberapa rangkaian kata dengan mendeskripsikan sebuah gambar. Diwaktu yang sama pada saat pelajaran tersebut ada guru PPL yang melakukan observasi kelas dan yang kebetulan salah satunya guru les saya saat SD. Terang saja Guru Les saya melihat kelemahan yang saya miliki ketika saya diminta membacakan hasil deskripsi akan gambar yang saya lihat. Saya hanya bisa menyebutkan kalimat intinya saja tanpa ada kalimat pemanis yang lain. Kesimpulannya saya lemah dalam hal merangkai kata-kata dan berimajinasi.

          Sesampainya di rumah sewaktu belajar dengan Guru Les, saya diberikan waktu yang lebih banyak dalam hal merangkai kata dan membuat karangan. Namun apa daya karangan yang saya buat sangat singkat. Dan sejak saat itu saya sendiri menyimpulkan bahwa dunia merangkai kata sangat jauh untuk saya taklukkan. Bisa mengikuti saja sudah syukur itu batin saya.

          Sudah berpuluh tahun berlalu, hobby saya pun bermacam-macam dari kuliner, bermusik bahkan travelling. Namun Pandemi menyadarkan kelemahan yang saya miliki, dunia menulis. WFH diawal terasa menyenangkan namun makin lama makin bosan, mengikuti diklat menulis dari Om Jay dan AISEI disanalah pengantar mimpi baru saya. Belajar menulis menyenangkan juga. Walaupun Bahasa yang saya tulis terlihat polos dan apa adanya tidak menjadi beban buat saya. Terus berlatih itu yang utama.

          Pertama kali terlibat dalam menulis Buku Antologi senangnya sungguh luar biasa, beberepa kali ikut bergabung dalam antologi sangat seru bagi saya. Berikutnya meningkatkan diri membuat buku Solo sebagai kenang-kenangan saya belajar diklat menulis. Dan selanjutnya ikut bergabung menulis bersama Prof Eko di Oktober Impian, semoga saya benar-benar jadi kenyataan. Siapa tau ya…Dan pengalaman teman (Ibu Rita Wati) yang mengajarkan dan mengajak saya untuk menjadi Kurator Buku Antologi. Ibu Kanjeng yang dengan sabar membimbing serta memberikan ilmu untuk menjadi kurator yang baik. Tapi sepertinya saya masih banyak kesalahan dan harus belajar terus. Semangat selalu untuk belajar itu prinsip yang saya pegang.

          Benar kata Bu Kanjeng, ada perasaan yang sangat bahagia ketika buku Antologi telah di terima oleh para penulis. Dan yang membuat saya makin bahagia ternyata pengalaman pertama menjadi Kurator Antologi membuahkan karya Antologi sampai Jilid 2. Sungguh di luar prediksi saya. Banyak orang-orang hebat yang membantu lahirnya buku tersebut dan sekaligus melahirkan mimpi baru buat saya pribadi.






Tuesday, 12 January 2021

Please…Jangan Menipu di Jalan

 


        Saat itu hujan turun dengan sangat deras. Jalanpun tak jelas dilihat oleh Yani. Kabut datang semakin menambah keterbatasan Yani dalam menyetir. Kecepatan yang semula ditunjukkan oleh jarum speedometer mencapai 80km. Kaki Kanan Yani seketika menarik agar kecepatan melambat.

          Awalnya jalan serasa milik Yani seorang. Jalan begitu lengang, tak seorangpun melewatinya. Benar saja Yani berpikir siapa yang mau pergi hujan-hujanan. Andaipun Yani bisa menolak iyapun tak mau pergi. Namun apa daya karena keadaan membuat Yani terpaksa untuk berkendaraan disaat Hujan turun dengan deras.

          Akhirnya ada seorang Ibu berkendara dengan sepeda motornya ditemui Yani di jalan. Jika dilihat dari tampilannya Ibu itu merupakan warga sekitar karena hanya menggunakan jas hujan tanpa memakai Helm. Ada hal mengejutkan yang Yani rasakan sewaktu melewati pertigaan jalan besar. Dilihatnya lampu sein sepeda motor Ibu itu hidup pada sisi kanan. Yani yang berada di belakang si Ibu memposisikan diri berada di kiri dan bersiap untuk menyalip. Tapi apa daya tiba-tiba Si Ibu berbelok ke kiri. Jantung Yani seakan mau copot. Untung saja belum ngebut. Kalau ngebut kecelakaan pasti terjadi. Bu…Ibu jangan menipu di jalan dong, lihat-lihat dulu indikator kendaraan dan selalu cek keadaan agar nanti tidak bahaya di jalan.

         

Sunday, 10 January 2021

Hujan dan Keripik Korek

 

       Minggu pagi mengubah kegiatan ideal Yani. Seharusnya dia pergi ke pasar untuk membeli bahan sayur mayur, daging serta pelengkap untuk mengisi di dalam Tudung Sajinya. Beberapa menu sudah terpikir untuk dibuatnya. Tapi hujan menghapus semua rencana itu.

          Yani hanya termenung memandang hujan. Membangkitkan lamunan dalam pikirannya yang berlari entah kemana. Tatapan mata menerawang. Diam tanpa berkedip sedikitpun. Tetesan air yang jatuh pada tangannya memutuskan lamunan Yani. Kalau hanya bengong seperti ini saja akan membuat diri makin Malas, Yani membatin.

Segeralah Yani pergi ke dapur untuk membuat segelas kopi panas. Cocok juga untuk menghangatkan badan dikala hujan turun. Eit… kalau hanya kopi saja belum komplit. Yani teringat akan keripik kesukaan yang dibuatkan oleh Ibunya. Seketika itu dia mengambil keripik dan menempatkannya ke sebuah piring kecil. Keripik Korek itu sebutannya berbahan talas yang dipotong Panjang bak korek api, berbumbu balado mmm sungguh renyah dan enak. Lengkap sudah teman ngopi Yani di Minggu pagi ini. Rencana memasak tinggal lalu terganti dengan menikmati kopi lengkap dengan keripik favorite.



Saturday, 9 January 2021

Sindiran Guruku Melecutkan Semangatku


Pahitnya perkataan Guruku sewaktu SMA membuatku menjadi seperti sekarang. Karena prediksi yang guruku lontarkan dulu membuat diriku semakin semangat belajar dan membuktikan bahwa semua itu salah. 

Keyakinan guruku berbuah pahit, diriku bisa menjalani profesi ini.

  

       Kalimat di atas tentu pernah kita rasakan sewaktu dulu menjadi siswa. Kata-kata pedas, kritikan, bahkan prediksi ke depan kita menjadi apa sering dilontarkan oleh guru kita dulu. Sebagai siswa, siapa yang tidak berang mendengar hal itu? Apakah perkataan tersebut hanya sambil lalu saja dilontar oleh guru kita? Penulis sendiri berasumsi tidak. Reaksi itu datang dari sebuah aksi. Ketika seorang murid bertindak tidak semestinya maka sewajarnya guru akan membimbing dan mengarahkan ke jalan yang benar. Tapi, apa yang terjadi jika aksi itu dilakukan berkali-kali, kritikan pedas dan prediksi masa depan kita nanti bisa diterawang jelas oleh guru kita.

          Sang inspiratif menurutku tak selamanya berhati peri. Jika dilihat, idealnya secara umum guru inspiratif menyenangkan bagi siswanya, luwes, mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, dan kreatif bagi siswa. Namun, inilah sisi lain guru. Jika dimaknai lebih dalam akan berefek yang luar biasa. Dengan kata pedas, kritik yang tajam, ataupun menerawang kesuraman masa depan kita hanyalah salah satu cara mengubah perilaku lemah pada siswa. 

          Berbeda lagi jika dilihat dari sudut pandang siswa, apa yang telah dilakukan oleh guru pasti menimbulkan rasa dendam yang mendalam. Mungkin bisa jadi murid tersebut akan secara langsung membenci guru itu. Menurut penulis itu sah-sah saja dan sangat manusiawi. Namun perlu diingat, semua perkataan dari guru akan menjadi kenyataan jika siswa tersebut tetap dalam zona lama. Maka dari itu, berubahlah! Jadikan semua itu sebagai cambuk semangat untuk memperbaiki diri kearah yang lebih baik.

          Menuju perubahan pasti memerlukan sebuah proses. Itulah yang harus dilakukan siswa. Setiap individi pasti memiliki progress yang berbeda tergantung dari usaha dan niat. Kejadiian ini pernah dialami langsung oleh penulis. Dikala SMA dulu salah seorang guru sempat memberikan cuitan kepadanya disaat mengerjakan tugas di depan kelas. Karena tulisan yang tidak beraturan dan tidak terstruktur hal tersebut menimbulkan komentar guru. “Tulisan mencerminkan kepribadian” itu ucap beliau. Seketika itu timbul perasaan marah dan kesal, tapi jika dilihat sisi positifnya cuitan itu memberikan ingatan yang kuat agar kita bisa mengerjakan apapun dengan rapi.

          Kejadian yang lebih viral lagi dan sempat diunggah pada medsos. Pemilik akun twitter Abam yang mengunggah status “Tweet ini saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yg bilang saya gabakal masuk PTN; maaf saya cumlaude.” (https://twitter.com/palingmahir) Entah kenakalan apa yang terdahulu dilakukan oleh Abam yang menyebabkan muncul reaksi Guru BK yang memvonis masa depannya. Sisi baiknya cuitan itu digunakan Abam sebagai motivasi dan semangat untuk membuktikan bahwa cuitan itu salah. Mungkin masih banyak cerita dan pengalaman siswa yang lain terkait dengan cuitan/perkataan kasar yang diutarakan oleh guru karena sikap yang kita lakukan.

          Terkadang kesuksesan bisa terbukti dari sebuah perbuatan yang tidak selalu halus. Guru inspirasi bisa hadir tidak semata-mata dalam keadaan yang baik. Satu hal yang perlu diingat, bijaklah diri untuk memaknai akan sebuat kejadian. Jadikan sebagai perlawanan positif demi mewujudkan cita. 


#AISEI #LombaBlogAISEI #komunitaspendidikIndonesia








Thursday, 7 January 2021

Liburan Takut Melar

 

         Kalau sudah liburan itu artinya siap-siap badan tambah melar. Sepertinya itu kasus umum yang terjadi pada siapa saja. Tak terkecuali yang dialami oleh Yani. Tidak salah ya, otak sedikit beban, waktu di rumah sungguh banyak sehingga waktu membuat makanan pasti makin banyak pula. Berdalih tidak masalah jarang-jarang liburan mesti dinikmati. Alhasil siap-siap baju kantor akan sesak jika dipakai seusai liburan.

          Liburan kali ini Yani bertekad untuk membatasi kemelaran pada badannya. Makanan dan minuman yang biasanya datang bak iklan di pikirannya kini dihapus dalam sekejap. Jika Yani bisa menahan membuat atau memesan makanan dan minuman itu tidak direalisasikan. Belum tau juga tekad Yani apa benar-benar Tangguh atau bisa tergoyahkan karena situasi.

         Hari ke tiga liburan Yani mulai berkeliling daerah untuk menghilangkan penat. So pasti tidak hanya menikmati suasana dan daerah pastinya Yani akan mencicipi makanan di daerah tersebut. Oke godaan dimulai. Yani mulai memasuki sebuah resto di daerah Tabanan. Viewnya benar-benar sungguh menggoda dan membuat Yani berswafoto semaksimal mungkin. Kini tiba saatnya Yani untuk memesan makanan. Oooww…..suguhan makanan di menu sungguh menggoda, keyakinan Yani mulai goyah. Dipikiran Yani seakan terbagi dua sisi kanan sang malaikat sisi kiri Devil. Haduh bagaimana ini, niat icip-icip makin tinggi. Tapi Malaikat lebih tanggun sehingga Yani memesan makanan yang sehat dengan tinggi serat dengan segelas minuman sehat pula. Taraaaa… pesanan Yani Vietnamese Lemongrass Chicken Salad dan segelas Lemon Tea Hangat datang. Dengan piring penuh aneka warna membuat keinginan Yani semakin tinggi untuk mencicipi. Mmmmm ternyata sungguh enak. Dengan cuaca dingin bagai di puncak dengan segelas Lemon tea hangat membuat komplit suasana. Ternyata tekad Yani selama liburan untuk mengurangi makan cukup Tangguh juga xixixixixi…


#pentigraf

Tuesday, 5 January 2021

Suka Menulis Ala Om Matahari

 


Apa mau dikata, profesi Penulis tidak ada pada list sewaktu mencari KTP. Mungkin dipikir semua orang bisa menulis kalii ya….Itu cerita lucu yang saya dengar dari Om Matahari Timoer.

          Kenapa Om Matahari tetap menulis padahal profesi menulis tidak diakui?? Menulis bagi Om Matahari adalah sebuah hobby. Dari kebiasaan sejak remaja sering menulis pada buku harian. Segala luapan emosi, perasaan yang dialami, kegelisahan hati, apapun yang dirasakan Om Matahari semuanya dituliskan. Kata beliau menulis itu bisa digunakan untuk menjaga kewarasan. Antisipasi agar tidak stress mungkin ya?

          Pengalaman Om Matahari benar-benar luar biasa. Tulisan yang dihasilkan Om Matahari banyak dilirik penerbit. Keren banget ya?? Kita masih mikir gimana caranya nerbitin buku di penerbit terkenal nih? Salah satu tulisan kreatif yang terbit menjadi buku diambil dari hasil wawancara dengan orang-orang pinggiran, dagang gorengan, orang-orang yang sering ditemui Om Matahari.

Kiat menulis yang dibagikan oleh Om Matahari :

Mengendapkan kegelisahan; Melakukan riset agar tidak ada kontradiksi atas data yang diangkat; Membuat peta naskah (rencana tulisan), merencanakan isi bab 1 hingga akhir, setting konflik dan tokoh apa muncul di bab berapa? Ini penting banget dipakai untuk kaedah cerita; Mulailah menulis ketika ada mood (drafting); Membaca ulang untuk memperbaiki kemasan cerita; kalau udah komplite ya jadi deh Buku.

Banyak digital tools yang bisa digunakan untuk mendukung aktivitas kita dalam menulis seperti medsos, blog, tweeter, WA, Video, Podcast/Radio, Photo. Beberapa persoalan dalam dunia menulis seperti pembajakan karya, plagiasi dan kelemahan pada riset.

          Bahan tulisan Om Matahari diambil dari berbagai kegiatan. Salah satunya melalui postingan teman pada sosmed. Pertikaian, konflik dalam bidang politik, keadaan sosial dan masih banyak lagi. Untuk memudahkan Om Matahari dalam menulis novel terkadang beliau menuliskan clue,,clue lewat status medsos. Dikala ada waktu, status medsos akan dikembangkan lagi menjadi sebuah cerita.

          Banyak pengalaman menulis yang dibagikan Om Matahari pada Club AIESI Writter. “Jangan menulis ketika bosan, karena setiap orang pernah merasa bosan”. Menulis karena suka, seolah semua terasa tanpa beban walaupun dalam perjalanan menulis banyak hal yang pernah dihadapi dari dikritik sempat sampai ingin dibunuh karena karya beliau.

 

          Jadi pengen belajar nulis novel dari cerita pengalaman Om Matahari, semoga saja daya imajinasi bisa tercipta dan novel terealisasi.

Google Meet, Meet Bersama Muridku

 

      


        Awal semester genap telah dimulai. Rencana awal kami akan melakukan kombinasi dalam pembelajaran. Ada tatap mukanya dan ada daringnya. Tapi apa mau dikata, lonjakan peningkatan penyebaran Covid-19 makin menjadi-jadi. Zona merahpun menyelimuti wilayah kami.

          Siapa bilang kami tak rindu murid-murid secara langsung. Jangan tanya juga kendala yang kami hadapi selama daring. Kebosanan iya pasti semua pasti merasakan. Opening pembelajaran yang aku lakukan seperti biasa kita melakukan kontrak kerja dulu. Mulai dari materi yang dibahas dan teknologi apa yang akan kami gunakan dalam pembelajaran yang masih daring ini.

          Google meet. Itu opsi yang saya gunakan untuk pertemuan virtualku bersama murid-murid. Melalui akun pembelajar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat digunakan oleh guru dan murid serta  tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. Memanfaatkan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kamipun bersua dan diawal untuk tetap membangkitkan semangat yang tinggi pada murid, kuberikan mereka kuis gembira dengan permainan hangman. Tak terasa waktu 40 menit telah habis. Paling tidak dengan aplikasi ini kami bisa lebih sering bertatap muka walau dengan virtual

 

#pentigraf kedua

         

Monday, 4 January 2021

Makan Harusnya Hati-Hati

 

       Waktu itu saya masih menjadi mahasiswa S1 di salah satu universitas di Yogyakarta. Tidak hanya sibuk belajar, saya yang doyan kuliner sengaja untuk mencicipi nikmatnya kuliner di Yogyakarta. Jadah Tempe, Tempe Mendoan, Gugeg, SGPC dan masih banyak lagi. Menuliskan saja saat ini sudah membuat saliva keluar. Memang semua itu sungguh nikmat.

          Bukan hanya kuliner khas Yogyakarta saja yang saya cicipi, terkadang saya yang asli Orang Bali rindu juga makanan khas Bali. Lawar, mmmmm itu benar-benar enak. Cusss….segeralah saya menuju Rumah Makan Favorit saya jikalau rindu pulang. Saya makan bersama teman. Semangat menikmati lawar, kami duduk dan makanan sudah ada di depan mata. Suguhan terlihat lezat, sepiring nasi putih, piring-piring kecil yang berisikan sayur, lawar, daging makin menggugah selera. *maaf ya mungkin yang membacapun ikut menelan saliva atau bisa juga perut ikut keroncingan.

          Saatnya makan. Sendok dan garpu sudah memposisikan diri. Piring nasi dan lawar dan teman-temannya sudah berposisi berdampingan. Sesuap demi sesuap masuk ke mulut, mmmm….mantap benar. Suapan semakin ngebut, yaa karena enak dan lapar juga ya. Krekk…tiba-tiba pertengahan suapan saya merasakan pahit, kunyahan langsung terhenti. Mulai berpikir apa yang saya kunyah ini, rasanya sungguh tak enak pahit. Ehhh… ternyata setelah saya keluarkan dari mulut, saya menggigit jeruk limau/jeruk sambal. Kontak saja teman saya tertawa melihat saya dan berkata “kalau makan itu harus hati-hati, jangan hanya lop masuk ke mulut, liat dulu”. Saya hanya manggut saja sambil meminum air untuk menghilangkan rasa pahit akan jeruk limau tersebut.

 

#pentigraf

Wednesday, 18 November 2020

Penglipuran

 


          Berwisata Ke Bali jangan lewatkan untuk mengunjungi desa nan unik.  Desa Adat Penglipuran  berada di desa Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Lokasi desa ini desat dengan Kintamani atau Gunung Batur.

          Desa Panglipuran adalah salah satu desa adat yang dikelola baik oleh masyarakat setempat dan telah menerima banyak penghargaan baik nasional maupun internasional karena kondisinya yang otentik serta kebersihan desa yang sangat dengan baik terjaga. Nama Desa Panglipuran sendiri berasal dari kata "Pengeling" dan "Pura" yang bermakna mengenang tempat suci para leluhur.

Dari awal masuk ke daerah wisata ini, anda akan bentuk dari tiap-tiap rumah penduduk hampir sama.  Dari pintu gerbang rumah, atap rumah dan dinding rumah menggunakan bamboo. Angkul-angkul merupaka istilah pintu untuk masyarakat Bali.

          Suasana natural terlihat dari warna tembok yang digunakan adalah tanah liat. Luas dan tata ruang setiap rumah semua terlihat sama. Jadi yang belum pernah ke Desa Penglipuran segera tentukan waktu untuk menikmati suasana desa yang sangat natural

Friday, 13 November 2020

Ananta Samakhom Throne Hall Dusit Palace

 

      


      Hari ke-empat saya berkesempatan mengunjungi Ananta Samakhom Throne Hall Dusit Palace. Bangunan yang memukau, seakan berasa di Eropa, padahal sebenarnya kami berada di Bangkok.

         Ananta Samakhom Throne Hall Dusit Palace yang terletak di dalam kompleks Dusit Palace. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi tempat ini. Cuaca panas tak menghalangi semangat mereka untuk menjelajahi Ananta Samakhom Throne Hall Dusit Palace.

         The Throne Hall adalah konstruksi dua lantai dengan kubah besar (tinggi 49,5 m) di tengah, dikelilingi oleh enam kubah yang lebih kecil. Kubah dan dindingnya ditutupi lukisan karya Galileo Chini dan Carlo Riguli yang menggambarkan sejarah Dinasti Chakri , dari masa pemerintahan pertama hingga keenam (https://en.wikipedia.org/wiki/Ananta_Samakhom_Throne_Hall).


#travelling#bangkok#

#Day10NovAISEIWritingChallenge


Thursday, 12 November 2020

Wat Pho

 


         Bangkok, identik sebagai negara yang memiliki banyak kuil dan mayoritas penduduknya beragama Budha. Kali ini berbahagia karena saya bisa mengunjungi daerah wisata Wat Pho. Wisatawan yang masuk ke Wat Pho diharapkan memakai bawahan Panjang, saat saya kesana, dari awal saya sudah mempersiapkan kain yang akan digunakan untuk masuk ke area wisata.

         Di dalam kuil, terlihat patung Budha yang sedang berbaring. Patung Budha yang sedang berbaring ini adalah Patung Buddha Berbaring Terbesar di Dunia. Terletak di 2 Sanamchai Road, Grand Palace Subdistrict, Pranakorn District, Bangkok.

         Di dalam bangunan ini terdapat patung Buddha berbaring sepanjang 46 meter dengan tinggi hingga 15 meter yang dilapisi emas (golden leaf) pada bagian tubuh, serta mother-of-pearl (cangkang kerang) di bagian mata dan kaki. Konon, patung ini melambangkan perjalanan Buddha menuju nirwana. 

        Bagian luar kuil, banyak terdapat patung Budha. Tak lupa saya juga mengambil foto pada deretan patung Budha tersebut. Pada kesempatan kali itu, saya diberi kesempatan untuk melihat persembahyangan umat Budha. Banyak Biksu yang berkumpul disana untuk melakukan ritualnya. 




 

        

 

#travelling#bangkok#

#Day9NovAISEIWritingChallenge

Wednesday, 11 November 2020

Legoland

 


Tak hanya mengunjungi Petronas Twin Towers. Pergi ke Malaysia menyempatkan mengunjungi Legoland. Legoland Malaysia terletak di Johor Bahru. Berada di sebelah selatan Kuala Lumpur. Jika kita dari Kuala Lumpur menempuh waktu kurang lebih 45 menit dengan pesawat menuju Bandar Senai, Johor Bahru.

Wisata ini sengaja menjadi salah satu tujuan kami kerena rombongan kami yang berangkat ada anak-anaknya. Keponakan saya yang masih di tingkat SD dan SMP. Jadi tidak ada salahnya menyenangkan hati mereka.

Ada banyak pilihan wahana dan atraksi populer di Legoland untuk anak semua umur. Dijamin semua permainan yang ada disana aman untuk anak semua umur. Seperti biasanya pertama kali yang kami ambil setelah masuk ke Legoland, kami mengambil peta wahana, menentukan area yang terlebih dahulu kami kunjungi.

Yang paling membuat saya tercengang adalah area Miniland. Beberapa miniatur bangunan dari negara-negara asia yang terkenal ada disana. Miniatur ini merupakan sebuah mahakarya menakjubkan yang dibangun dari lebih 30 juta balok lego. Waahh keren banget ya ngerakitnya super duper capeknya hehehe….. Area ini memperlihatkan bangunan ikonik seperti Pura Tanah Lot yang aslinya berada di Tabanan Bali, Petronas Twin Towers dari Kuala Lumpur, Merlion dari Singapura, Taj Mahal dari India dan banyak lagi yang lainnya.




 

#travelling#malaysia#

#Day8NovAISEIWritingChallenge

Tuesday, 10 November 2020

Petronas Twin Towers

 

Mengunjungi Malaysia tak lengkap mampir ke Petronas Twin Towers. Sayapun tak melupakan untuk pergi kesana. Bagunan menjulang tinggi yang sangat megah. Berlokasi di Suria KLCC (Kuala Lumpur City Center) Petronas Twin Towers memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi para wisatawan antara lain Suria KLCC Shopping Center, Dewan Filharmonik Petronas, KLCC Park, dan Skybridge.

Petronas Twin Towers memiliki total 88 lantai, tinggi 451,9 m, dan 40 lift/eskalator per menara. Namun di tahun 2005, Petronas Twin Towers harus rela turun peringkat karena dikalahkan oleh Taipei 101. Per tahun 2017, Petronas Twin Towers masih menjadi salah satu bangunan/menara tertinggi di dunia yang berada di peringkat ke 11( https://travel.detik.com).

Menyempatkan untuk mampir ke Suria KLCC Shopping Center tidak untuk shopping namun hanya cuci mata saja hehehe…. Barang dengan brand terkenal semua ada disana. Melihat saja sudah puas mata, ditambah lagi jika belanja hehehhe…

 

#travelling#Malaysia#

#Day7NovAISEIWritingChallenge

Monday, 9 November 2020

Batu Caves

 


3 Tahun yang lalu tepatnya Tahun 2007, saya diberi kesempatan lagi untuk menginjakkan kaki di Negara Tetangga. Kali ini saya mengunjungi Negara Malaysia. Dari segi Bahasa tidak jauh berbeda dengan kita, maklum karena masih dalam rumpun Melayu.

Salah satu Tempat Wisata yang saya kunjungi adalah Batu Caves sebuah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, Selangor, Malaysia. Saran saya bagi yang ingin mencapai puncak gua, diharapkan tidak memiliki ketakutan akan ketinggian dan memiliki stamina yang kuat. Jumlah anak tangganya sangat banyak.

Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Situs ini adalah titik fokus festival Hindu Thaipusam di Malaysia (https://id.wikipedia.org/wiki/Batu_Caves). Batu Caves dipromosikan sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang pedagang India. Ia terinspirasi oleh pintu masuk gua utama berbentuk "Vel" dan terinspirasi untuk mendedikasikan sebuah kuil untuk Dewa Murugan di gua tersebut.

Senang rasanya saya bisa mengunjungi tempat bersejarah, apalagi saya memiliki kepercayaan yang sama. Sangat kagum atas keajaiban Tuhan.  

 

 

#travelling#Malaysia#

#Day6NovAISEIWritingChallenge


 

Asyik Belajar 3D

 

Dalam Revolusi Industri 4.0, aplikasi 3D semakin diminati. Jika melihat kebelakang, aplikasi 3D biasanya digunakan untuk merancang bangunan atau design mobil. Mengutip dari Youtube Prof EKOJI Channel. Pemanfaatan 3D saat ini bisa digunakan untuk Augmented Reality, Virtual Reality, Digital Twin, 3D Printer.

Salah satu aplikasi 3D yang user friendly untuk menunjang dalam proses pembelajaran yakni  sketchup. Aplikasi Sketc Up adalah aplikasi berupa model 3D intuitif yang memungkinkan kita membuat dan mengedit model 2D dan 3D menggunakan teknik cara “push and Pull” yang telah dipatenkan. Menggunakan perangkat push & Pull, desainer dapat mengubah permukaan datar apa pun menjadi bentuk 3D. (https://4winmobile.com/sketchup-pengertian-jenis-fungsi-kelebihan-dan-kekurangannya/)

Untuk mengetahui aplikasi ini lebih lanjut, saya mengikuti workshop dari Rumah Belajar dan mencoba mempraktekkan dengan terlebih dahulu menginstall pada laptop. Secara cermat workshop online saya ikuti dan diakhir workshop saya mendapatkan tugas untuk membuat design 3D dengan aplikasi sketchup. Walaupun hasilnya sangat sederhana tetapi besar manfaat bagi saya untuk  menunjang dalam pembelajaran nanti.




1. Musibah Covid
2. Efek Covid di Dunia Pendidikan
3. Kegiatan yang harus saya lakukan karena covid
4. Pembelajaran selama covid.
4. Masalah yang ditimbulkan karena covid
5. Suka duka karena covid
6. Harapan setelah covid.




Sunday, 8 November 2020

Marina Bay Sand

 


      Sebagai taveller versi backpacker, kami harus pintar-pintar mengatur keuangan dan mencari destinasi wisata yang sesuai dengan kantong kami. Maklum waktu ini usia saya benar-benar belia untuk travelling xixixiii…..

         Wong Ndeso datang ke metropolitan, itulah perasaan saya dikala itu. Setiap tempat yang saya anggap tepat untuk diabadikan selalu meminta pertolongan teman yang saat itu membawa kamera SLR. Waktu itu saya membawa gawai yang belum secanggih sekarang. Ya…maklum saja jaman jadul.

         Foto ini menggunakan background Marina Bay Sand. Hotel yang menjadi salah satu ikon Singapore dibangun menjulang tinggi di atas teluk Marina. Memiliki kolam renang yang terletak di puncak Gedung. Benar-benar sangat mewah. Dalam hati bergumam kapan ya bisa menginap disana.

         Iniliah jiwa travelling saya yang alakadarnya. Bisa menginjakkan kaki di sana dan mengenal walaupun sedikit negara itu sudah membuat perasaan menjadi bahagia.


#travelling#singapore#

#Day5NovAISEIWritingChallenge


Saturday, 7 November 2020

Hanya Sekedar Pose

          Setelah mencoba berbagai gaya berpoto di Globe Universal Studios Singapore. Kami melanjutkan untuk mencoba bermacam-macam wahana di Universal Studio. Tak lupa untuk mengambil peta di depan setelah kami masuk ke wahana tersebut.

         Untuk harga tiket sebanding dengan suguhan wahana disana. Tak hanya wahana beberpa pertunjukan ditampilkan disana. Sungguh sangat bahagia rasanya, bermain sampai secapek-capeknya.

         Beberapa wahana sudah kami coba dari yang level lower sampai benar-benar menguji andrenalin. Kaki terasa capai sehingga tak mau berjalan. Mungkin saja dia rewel menyatakan ketidakmampuannya untuk berjalan.

         Saya duduk sebentar dan iseng melihat orang-orang yang menggunakan kostum macam-macam, saya memilih ikut berpoto dengan pilihan saya satu ini saya rasa model ini lucu dan jadilah berpose seperti ini. Foto ini diambil di depan Universal Studio Store tempat wisatawan biasanya membeli merchandise dengan tulisan Universal Studio Singapore.


#travelling#singapore#

#Day4NovAISEIWritingChallenge


Thursday, 5 November 2020

Menikmati Gemerlap Malam di Singapore

 


          Kaki terasa lelah seharian berjalan mencari spot wisata di Singapore. Maklum kami hanya backpacker, selalu menggunakan MRT karena biaya yang murah. Setiap hari disana saya tergolong sehat, karena Langkah kaki bisa mencapai lebih dari 10.000 langkah, kebayang ya bagaimana capeknya. Di tanah kelahiran yang tidak terbiasa untuk menggunakan motor kemana-mana, ya di negara orang lebih banyak berjalan kaki.

         Kami akhirnya memutuskan untuk menikmati gemerlap Singapore dengan duduk santai pada perahu boar di Singapore River. Di atas perahu dengan angin sumilir kita disuguhkan bangunan yang tinggi dan sangat memukai. Lampu-lampu berkerlap-kerlip menambah indahnya suasana malam. Bangunan-banguna warna-warni juga terlihat di sepanjang perjalanan, mulai dari atap yang berwarna-warni di kawasan Clarke Quay, Boat Quay, Cavanagh Bridge, hingga kawasan Marina yang mulai bercahaya dengan lampu saat tiba menjelang senja di sana.

         Walaupun dengan wajah yang kelelahan jangan lupa untuk mengabadikan moment yang berharga.

 



#travelling#singapore#

#Day3NovAISEIWritingChallenge