Selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Mengetahui Tempat Menakjubkan Membuat Hati Bahagia

Traveling Salah Satu Cara menghilangkan Penat

Mengajar itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Dunia Penuh Canda Tawa Peserta Didik

Showing posts with label CORAT-CORET. Show all posts
Showing posts with label CORAT-CORET. Show all posts

Friday, 29 November 2024

Tulisan Keren bacaan Saya

 

Terima kasih nak, kalian sudah mau berbagi bersama saya dan seluruh teman-temanmu lewat tulisan yang kau tuliskan dengan penuh dedikasi kepada Para Pahlawan dalam hidupmu.

 

Mungkin iyyya…. Benar kata orang dunia itu bisa menjadi manis dan dunia itu bisa menjadi kejam. Tapi itu tergantung dari mana sudut pandang kita menilai keberadaan Dunia ini. Setiap orang punya cerita, setiap orang punya kisah dan setiap orang punya pengalaman. Walaupun usiamu terlampau jauh dengan saya, mungkin saja kalian memiliki pengalaman yang tidak pernah saya rasakan.

 

Melalui tulisan-tulisan kalian, bisa mengajak kita semua untuk merefleksikan diri, keberadaan kita untuk pahlawan kehidupan kita ada di posisi mana? Sudahkan bisa membanggakan pahlawanmu? Atau kita belum bisa memberikan apa-apa pada mereka? Jawab dalam diri saja ya.....dan lakukan perubahan baik pada dirimu. Sebentar lagi sudah jadi anak SMA/SMK. Ayooo saatnya berbuat lebih baik lagi.

 

 

Oyaaa.....ini menurut saya tulisan yang menggugah perasaan dan hati saya, jadi terima kasih ya nak

https://amritawulan2408.blogspot.com/2024/11/cerita-inspiratif-pahlawan.html

https://ayupramudia2009.blogspot.com/2024/11/guruku-pahlawanku.html

https://rradhahahahaa.blogspot.com/2024/11/blog-post.html

https://welcometomysociety1.blogspot.com/2024/11/pahlawan.html

http://dyahkinanti25.blogspot.com/2024/11/dua-pahlawan-ku.html

http://erliana210.blogspot.com/2024/11/hero-in-my-life.html

https://rakaprasetya1913.blogspot.com/2024/11/blog-post.html

http://karenangela15.blogspot.com/2024/11/grandfather-hero-in-my-heart.html

https://drian-jamsut.blogspot.com/2024/11/ibukupahlawanku.html

https://kaylaanggrenita.blogspot.com/2024/11/ibuk-sosok-tegar-di-balik-masa-depanku.html

 

Tunggu hadiah senin dari saya ya.......^ ^

Saturday, 1 October 2022

Rajin Menabung Tulisan

Memulai bukalah hal yang mudah. Kata-kata itu sering aku dengar dari beberapa orang. Kalau dibaca mungkin hanya sekedar lalu , bagaikan sebuah kata-kata lumrah yang berlalu begitu saja. Namun mari kita cermati, dari 5 kata itu ternyata mengandung makna yang dalam. Kenapa seperti itu?

Memulai bukanlah hal yang mudah !

Guys….memulai, perlu sebuah usaha yang lebih untuk bergerak. Kebiasaan mager dalam durasi lama yang harus kamu hentikan. Kemudian setelah bangkit apakah cukup sampai disitu saja? Engga begitu, usaha bangkit harus diikuti dengan menggali ide. Apa cukup sampai disitu ternyata tidak juga, kamu perlu mengaktualisasikan ide tersebut kedalam bentuk aksi yang nyata.

 

                                                                dok Pribadi


Kurang lebih seperti itu asumsiku tentang sepenggal kalimat diatas. So…bagi kalian pada siswa-siswa. Mari memulai, kita tidak akan pernah tau beberapa tahun lagi akan menjadi apa, seperti apa tapi paling tidak dengan potensimu dipastikan apa masalahmu akan bisa kamu selesaikan dengan baik.

 

Okey….itu mungkin sekilas intermezzo. Mari mulai menulis, tulis apa saja yang terbesit pada pikiranmu. Dalam menulis sah-sah saja selama tidak mengandung unsur SARA, bullying dan Pornografi. Saya harap dari kalian banyak muncul bibit-bibit penulis yang pasti suatu saat akan terkenal.

Berikut ini link pengumpulan untuk tulisan di Blog

Kelas IX A

Kelas IX B


Kelas IX C


Kelas IX D




Saturday, 11 July 2020

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH SECARA VIRTUAL


PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH SECARA VIRTUAL
 MENYAMBUT TAHUN AJARAN DI KENORMALAN BARU
 SEMUA TERLIBAT MENJADI HEBAT




Sambutan webinar oleh Bapak Hendarman selaku Kepala Pusat Penguatan Karakter, Beliau menyapa narasumber dan peserta yang hadir dalam webinar. Salam sahabat karakter. Webinar dengan topik pengenalan lingkungan sekolah secara virtual merupakan webinar yang ke-4. Peserta yang terlibat dalam webinar kali ini sangat antusias. Jumlah yang bergabung mencapai 4500 orang.

Tayangan video ditampilkan dalam webinar terkait bagaimana perasaan dan pengetahuan siswa terkait Covid-19. Macam-macam reaksi yang ditimbulkan dari pembelajaran yang dilakukan di rumah. Rasa bosan, mama marah, ingin bertemu teman, tidak bisa kemana-mana, penyakit covid yang mematikan, belajar menggunakan internet dan gawai, Kangen sekolah, teman dan guru. Itu merupakan ungkapan natural dari para siswa. Sungguh lucu dan benar-benar tulus ungkapan tanpa tekanan.

Pemaparan Materi 1  Hamid Muhamad PLT Dirjen PAUD Dikdas dan Dikmen



Kebijakan Pembelajaran di Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan berprinsip kesehatan dan keselamatan adalah priorotas utama bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan semua warga satuan pendidikan. Tahun Ajaran baru 2020/2021 dimulai pada bulan juli 2020. Pola dan metode pembelajaran berbeda di setiap daerah tergantung kondisi keamaanan penyebaran virus corona.

Pembelajaran Jarak Jauh saat ini menjadi solusi yang bisa ditawarkan dalam masa covid-19. Dengan melihat prinsip pembelajaran dan metode yang ada agar tercipta pembelajaran jarak jauh yang efektif dan menyenangkan.


Fasilitas pembelajaran jarah jauh bisa menggunakan Akses ke pembelajaran Daring seperti Rumah Belajar, Google for education, Ruang guru, Kelas Pintar, Meja Kta, Zeniusnet, Quipper, Ganeca, Siajar LMS, edmodo, Siaran pembelajaran dari Radio dan TVRI, Penyediaan Kuota gratis/murah, relaksasi penggunaan dana BOS, Penyiapan kurikulum adaptif dan modul pembelajaran yang saat ini masih di rancang.


Yang harus disiapkan satuan pendidikan yakni :

1.     Setiap satuan pendidikan menyiapkan rencana pembelajaran selama semester ke depan dengan memilih PJJ daring, luring atau kombinasi.

2.     MPLS dilaksanakan tanpa mengumpulkan siswa secara fisik yang bisa dilakukan secara daring atau luring.
3.     Menyiapkan materi, bahan dan media pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran yang dipilih dengan mengoptimalkan simber belajar yang tersedia dengan lingkungan belajar masing-masing siswa.
4.     Menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melaksanakan, mengawal dan mendampingi proses pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih.
5.     Mendorong gerakan guru berbagi dalam memeberikan dukungan teknis bagi pelaksanaan PJJ
6.     Mengoptimalkan Program BDR
7.     Mendorong kolaborasi antara pemerintah, guru dan orang tua



Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada masa pandemi bisa menggunakan metode daring dan luring. Berikut rinciannya :


Pemaparan Materi 2 Ibu Rohanim Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 38 Medan
MPLS dilakukan secara daring. Semua siswa diajak untuk menyaksikan video Kegiatan MPLS. Berikut contoh jadwal pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 38 Medan yang sekolahnya berada pada zona merah.



Pemaparan Materi 3 Dessy Ratnasari

Adaptasi individu menuju ke normal baru. Banyak hal yang bisa dipelajari terkait dengan adaptasi (Piaget, 1998).

Strategi adaptasi merupakan cara-cara yang digunakan individu untuk mengatasi beragam kendala yang dihadapi agar tercapai keseimbangan yang positif dari kondisi latar belajang lingkungan barunya (pelly,2016). Keberhasilan dari strategi adaptasi adalah apabila individu yang merasa tinggal di tempat/situasi barunya (izzati,2016).
Diperlukan komunikasi antara orang tua dan sekolah.


Peranan Orang Tua 

Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan Kondisi Normal Baru

Pemaparan Materi 4 Siswa





Sudah saatnya semua terlibat dalam pendidikan kondisi normal baru. Ciptakan kondisi efektif dan kondusif dalam pembelajaran sehingga hak anak atas pendidikan masih tetap didapatkan. 



Wednesday, 8 July 2020

Tips dari Editor Cantik


Tips dari Editor Cantik

          Menulis, kegiatan yang sedang saya geluti. Berawal dari masa pandemi. Mencari kesibukan untuk meningkatkan kompetensi diri dilakukan. Tepatnya kemarin, sungguh kesempatan emas bagi saya. Bisa berkomunikasi santai bersama editor cantik. Bermula dari pertanyaan akan naskah antologi yang saya kirim. Seru dan ramah, itu penilaian perkenalan pertama saya dengan beliau. Banyak ilmu yang saya peroleh dari editor cantik ini.

          Beberapa tips dari Editor cantik (Ibu Dian) :

1.    Menulis adalah sebuah keterampilan.
2.    Dalam menulis banyak ilmu yang terintegrasi didalamnya.
3.  Menulis secara tidak langsung mempelajari tentang tata tulisan. Perlu memahami tentang PUEBI.
4.    Selain tata tulisan perlu memperhatikan tata bahasa. Seperti Subjek, predikat. Kalau dalam kalimat panjang Subjek Predikat bisa diolah. Satu kalimat bisa jadi subjek.
5.    Penggunaan kata sambung yang berlebihan seperti yang, dengan, dalam, yg mana, dimana.
6.    Kata hubung yang seharusnya tidak boleh digabung Jika ..., maka ...; Meskipun ..., tetapi ...; Walaupun ..., namun ...; Karena ..., maka ...

Kesempatan yang jarang bisa didapatkan. Ilmu yang luar biasa. Penilaian yang benar-benar to the point akan tulisan yang saya buat. Saya merasa senang, ada kritik yang benar-benar membangun. Semangat belajar menulis sesuai tips dan saran beliau akan saya lakukan.

Saturday, 4 July 2020

Managing Learning From Home



Managing Learning From Home

Sabtu, 4 April 2020. Materi yang disampaikan pada Webinar untuk Guru dari PSSDM mengangkat topik Managing Learning From Home ( Mengelola Pembelajaran Dari Rumah ). Moderator Kegiatan PSSDM Bapak Tri Warsono. Seperti biasa suara lemah lembut, pelan dan pasti dari Ibu Capri Anjaya menyapa para peserta yang bergabung dalam room zoom.

Sebagai pembuka Ibu Capri Anjaya mengajak peserta untuk membuat origami. Origami milenial bergandengan tangan. Membuat gambar orang yang saling bergandengan tangan, boleh anak laki-laki atau perempuan. Peserta mulai sibuk termasuk saya. Saya membuat bentuk gambar anak laki-laki dengan rambut jabrik. Selanjutnya Ibu Capri meminta kita untuk menampilkan hasil origami yang telah dibuat.


Acara inti dimulai. Ada 3 point penting materi yang akan disampaikan oleh 2 narasumber. Untuk sesi 1 materi disampaikan oleh Ibu Capri Anjaya. Beliau akan memaparkan Mengelola Pembelajaran dari rumah

Mengelola Perubahan
Old Normal, masa dimana kondisi seperti biasa . Pembelajaran dilaksanakan di sekolah. Proses semua kegiatan dituangkan dalam kalender akademik. Ada interaksi atau tatap muka langsung antara siswa dan guru. Kegiatan berlangsung secara konvensional. Negara mengalami Covid 19 dan menuju new normal membuat proses pembelajaran konvesioanl dialihkan. Sekolah tutup. Pembelajaran jarak jauh akan menjadi alternative.
Perubahan Pendidikan yang terjadi bisa digambarkan seperti berikut :

                               
Setiap ada perubahan akan ada reaksi. Tolak ukur tingkat stress tertinggi ada di pihak guru. Guru dengan keterbatasan atas penguasaan teknologi, kendala infrastruktur, kendala intern dalam diri guru terkait keadaan keluarga dengan beban anak dirumah yang membuat guru tak optimal mengajar. Perlu adanya dukungan orang tua dalam proses mengelola waktu di rumah untuk siswa dan membantu anak dalam proses belajar.
Dari sisi siswa kendala yang dihadapi dari pembelajaran dari rumah munculnya rasa tidak menarik dalam mengikuti pembelajaran, siswa jenuh karena guru terlalu banyak memberikan tugas dan cara mengajar guru lebih dalam bentuk ceramah.
Masalah orang tua tak kalah penting. Mayoritas dengan berprofesi kantoran, tidak punya waktu untuk mengajar, sarana tidak mendukung bahkan gaptek.

Terobosan pemeritah dilakukan untuk mengelola pembelajaran dari rumah. Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pola pembelajaran pendidikan di Tahun Pelajaran 2020-2021 telah ditentukan. Dalam prosesnya harus ada kesepakan antara pemerintah, sekolah dan orang tua untuk memastikan pembelajaran yang aman bagi siswa.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan beradaptasi. Terus belajar menjadi alternatif untuk mempercepat proses adaptasi.


Mengelola Pembelajaran dari rumah

Pembelajaran melibatkan antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran dari rumah menurut prespektif guru hal yang harus disiapkan adalah materi, penggunaan teknologi, media pembelajaran,  mengelola waktu, membutuhkan support. Dari beberapa hal yang harus disiapkan, managemen waktu yang memegang peranan penting. Diperlukan konsisten dan komitmen agar proses pembelajaran tetap terus berlangsung walaupun dari rumah.

Dari sisi siswa, pembelajaran dari rumah hal yang dilakukan adalah menunggu intruksi dari guru. Dalam proses belajar penggunaan teknologi bagi siswa itu lebih mudah dilakukan. Lebih cepat memahami pembelajaran. Siswa dalam belajar dirumah juga harus mampu mengelola waktu dan yang pasti membutuhkan mentor.

Yang harus dilakukan guru dalam menghadapi situasi ini adalah :
a.     Jadi Teladan/Role Model
Guru harus bisa menjadi role modelnya bagi siswa. Tidak hanya dalam proses mengajar, mendidik siswapun demikian. Sikap yang baik pasti akan ditiru siswa, maka tak jarang ada guru favorit bagi siswa.
b.     Buat Peraturan tertulis
Dalam pengelolaan pembelajaran dari rumah segala peraturan wajib ditulis? Untuk lebih mudah mengigatkan siswa.
c.      Variasi Media E-learning
d.     Ajarkan Study Skill
pondasi untuk pembelajaran sejati. Belajar sepanjang hayat. Guru memberikan tips bagi siswa dalam proses study skill berupa bagaimana cara manajemen waktu, ada waktu istirhat, ada latihan/olahraga, tidur dengan cukup, ada priorotas, Siswa memiliki jadwal yang jelas, Memberikan pemahaman bagaiana cara bertanya dan meminta pertolongan dengan penuh etika dan terakhir jangan stress.
e.     Tugas jelas dan tertulis
Guru wajib memberikan tugas dengan jelas untuk memudahkan siswa dalam proses pengerjaanya.
f.      Feeback / Umpan balik
dari proses input siswa diasah melalui proses pembelajaran dan dievaluasi dalam tahapan output. Peran feedback atau umpan balik ke siswa sangat penting. Siswa akan mengerti apa hasil dan apa yang mesti meraka lakukan nanti.

Setiap peserta diminta untuk menggambar semenarik mungkin pada orang yang pertama pada origami, disusul menuliskan ke 6 langkah yang harus dilakukan guru dan terakhir tujuannya. Inilah yang harus kita lakukan dalam proses beradaptasi akan perubahan yang ada.

Sharing Aplikasi Dalam Manajemen Pengelolaan Pembelajaran dari Rumah Oleh Pak Dadan

Pak Dadan melakukan simulasi sederhana. peran peserta sebagai siswa, Pak Dadan menjadi guru. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami proses yang akan terjadi disisi siswa. Tujuannya untuk mengetahui cara menggunakan tools seminiml mungkin dalam pembelajaran dari rumah. Aplikasi/ Tools yang digunakan harus simple dan konsisten.
Google slide sebagai langkah awal. Dalam google slide semua intruksi di proses pembelajaran dituliskan dengan jelas.

a.     Kegiatan 1
Permainan :Menebak tempat wisata. (jawaban berupa gambar)
b.     Kegiatan 2
Menulis 3 nama tempat wisata di Indonesia yang pernah dikunjungi.
Tulis pertanyaan di  https://www.menti.com/9gzwhpvqog
c.      Kegiatan 3
Menulis sebuah pertanyaan berdasarkan gambar. Tulis pertanyaan di tautan. Googledoc
d.     Kegiatan 4
Diskusi Kelas Menjawab pertanyaan yang ditulis oleh teman lainnya. Wheelofnames
e.     Kegiatan 5
Menulis
Memilih satu tempat wisata yang sudah dikunjungi. Menulis pengalaman dalam 100 kata.
Tautan: Drive , Google drive
f.      Kegiatan 6
Peer Checking
Siswa memilih satu teman, kemudian berikan feedback terhadap tulisannya menggunakan fitur “comment”. Feedback bisa komentar terhadap tata bahasa, pemilihan kata, isi dan lain-lain.
Tautan: Drive, Google drive

Segala macam permasalah banyak muncul dalam proses pembelajaran dari rumah. Pasti ada banyak solusi dari masalah yang dihadapi. Tugas utama yang harus dilakukan adalah tetap memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa. Kondisi antara satu daerah tidaklah sama. Peran pemerintah juga sangat diperlukan dalam penyediaan infrastrukur pembelajaran dari rumah, siaran tv yang mendukung proses pembelajaran. Andil kepala sekolah, guru dan orang tua yang efektif sangat penting. Semoga pembelajaran dari rumah bisa berjalan dengan sempurna.

Komang Elik Mahayani, ST - SMP Negeri 1 Negara

Monday, 1 June 2020

Modifikasi, Aku belajar darimu

         Ini hari kedua berturut-turut membuat donat. Keluarga doyan makan, lebih irit membuat sendiri. Terlebih sekarang masa pandemi. Minimalisasi ke luar rumah. Ponakan saya berjumlah 5 orang. Terbayang bagaimana mereka menyerbu makanan. Berbekal bahan alakadarnya. Yang tersisa 500gr tepung terigu protein rendah, SP, mesess dan perlengkapan kue lainnya. Oke siap proses pembuatan donat dimulai.

          Seperti biasa semua bahan sudah tercampur. Ada yang berbeda dengan resep kali ini. Ada tambahan SP. Saran kakak perempuan saya. Saran diikuti. Biasanya menggunakan mixer semua beres. Sekarang tidak. Ditengah perjalanan adonan mulai menggumpal. Kakak perempuan saya menawarkan diri untuk menguleni. Proses dengan tangan dan manual dilakukan. Adonan sudah mulai kalis dan lembut. Saya diamkan sesuai petunjuk. Begitu akan digoreng, adonan tidak mengembang. 

            Saya berfikir apa yang salah. Akhirnya adonan dimodifikasi. Tambah ini tambah itu. Saya berdoa semoga tidak gagal. Rasa malu menghantui pikiran saya. Proses menunggu selama 30 menit. Kemudian saya lihat adonan mulai mengembang. Proses modifikasi berhasil. 

            Dari kejadian ini saya bisa belajar. Walaupun berbeda dengan resep kue tetap tercipta. Butuh adu nyali disituasi itu. Hanya ada 2 pilihan. Gagal atau berhasil. Dengan sedikit modifikasi kali ini saya berhasil. 

Terimakasih modifikasi, saya belajar ilmu baru darimu.


Saturday, 30 May 2020

Klarifikasi Kemendikbud Pembukaan Tahun Ajaran Beda dengan Pembukaan Sekolah


Klarifikasi Kemendikbud
Pembukaan Tahun Ajaran Beda dengan Pembukaan Sekolah

KOMPAS.com - Terkait dengan perkembangan terjadi di masyarakat, Kemendikbud menjernihkan persoalan terkait penetapan 13 Juli 2020 sebagai tanggal dimulainya tahun ajaran baru: pembukaan tahun ajaran baru tidak sama dengan pembukaan sekolah. Masih banyak masyarakat hanya membaca judul di media, sehingga langsung menyimpulkan tanggal tersebut adalah pembukaan sekolah di mana siswa kembali masuk kelas di tahun ajaran baru 2020/2021. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad menegaskan ada perbedaan antara "dimulainya Tahun Ajaran Baru" dengan "tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk tatap muka". “Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing,” jelas Hamid melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com (29/5/2020).
Tidak mundur ke Januari Hamid mengatakan kalender pendidikan Indonesia dimulai minggu ketiga bulan Juli dan berakhir akhir bulan Juni. “Dengan dimulainya PPDB ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan maka akan ada konsekuensi yang harus kita sinkronkan,” jelas Hamid. Hamid kembali menjelaskan salah satu konsekuansi yang perlu dipikirkan jika memundurkan tahun ajaran baru adalah peserta didik untuk tingkat SMA dan SMP yang sudah dinyatakan lulus. “Kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sebentar lagi akan diumumkan untuk kelulusan siswa SD. Artinya kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, anak yang lulus ini mau dikemanakan? Termasuk juga perguruan tinggi juga sudah melakukan seleksi,” jelasnya. Metode dan media pelaksanaan belajar dari rumah di tahun ajaran baru nanti dilaksanakan dengan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi kedalam dua pendekatan yaitu: dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).   Hamid menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan hal tersebut, mulai dari platform pembelajaran yang dapat dipilih pihak sekolah (daring) hingga TVRI, RRI atau mengunduh materi belajar (luring).


Mari bijak dalam membaca berita. Jangan hanya terpaku pada judulnya saja. Timbulnya salah kaprah akan kepastian sebuah informasi yang disampaikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih tetap menjadi solusi utama. Pelaksanaan PJJ akan dilakukan secara jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).  


Friday, 29 May 2020

Guru Tak Melek IT, Bagaimana Nasibmu Sekarang?


Guru Tak Melek IT
Bagaimana Nasibmu Sekarang?


          Guru. Pekerjaan yang sungguh mulia. Dibalik kata guru ada tugas penting didalamnya. Guru sebagai pembangun insan cendekia. Itu jargon yang mengandung tanggung jawab besar.

          Kita hidup dalam dunia yang serba canggih. Perkembangan teknologi makin hari makin cepat. Penemuan setiap saat selalu lahir. Mau tidak mau, kita pun beradaptasi. Panik dan bingung itu sudah pasti. Perubahan bersifat kekal. Hanya mengikuti itu modalnya.

          Dalam realita tidak semua guru bisa menerima. Secara umum masih ada guru yg alergi terhadap perubahan. Ada beberapa guru bersikap frontal. Penolakan akan teknologi. Lalu apa yang terjadi? Guru itu hanya bisa marah. Menyalahkan keadaan menjadi senjata jitu. Sepertinya ada diskriminasi bagi dia. Kenyataannya tidak. Hanya pikirannya membuat keadaan seperti itu. Bukan hanya marah, terkadang sistem pun disalahkan.  Alhasil mereka akan tertinggal. Permasalahannya sangat sederhana, tidak mau belajar dan berusaha. Saat ini banyak aplikasi yang harus diisi sendiri oleh guru. Kalau ini saja tidak teratasi, bagaimana dalam pembelajaran berbasis IT?

          Berpegang teguh pada prinsip “Long Life Education”. Belajar Seumur Hidup. Ada banyak hal yang kita belum tahu. Terlebih lagi dalam bidang Teknologi. Guru dituntut kreatif dan inovatif. Tampilkan diri. Guru harus mampu merubah dirinya sendiri dan menjadi agen perubahan.   
         
         

Thursday, 28 May 2020

Menimba Ilmu Dari Nge-Blog

Menimba Ilmu Dari Nge-Blog


          Dalam dunia blog saya tergolong orang baru. Mengenal blog sudah cukup lama. Untuk aktif di dunia blog tergolong masih bayi. Tergerak dari Kegiatan Menulis Online bersama Om Jay. Posting-posting tulisan pun sudah menjadi suatu keharusan. Ada suka duka yang saya alami dalam 2 bulan ini. Dukanya sewaktu tidak ada ide. BW pun menjadi solusinya. Duka itu hanya bersifat sementara. Banyak ide seketika muncul. Duka terbayar dengan suka.

          Untuk Sukanya. Kegiatan BW pun berlanjut ke berkenalan dengan pemilik blog. Dengan Kegiatan menulis Online saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah. Dalam perkenalan itu ada banyak ilmu yang bisa saya dapatkan. Semangat, saya meniru salah seorang teman blog. Umur bukan ada alasan untuk berhenti berkarya. Sering saya membaca blog beliau. Ilmu Berbagi, bukannya Ge-Er, bisa membantu masalah beberapa teman blog terkait proses posting dll. Ada rasa bahagia bisa membantu sesama. Sudah banyak teman dalam komunitas menulis yang saya kenal. Banyak hal yang bisa jadi topik pembicaraan kami. Walapun itu virtual tapi sungguh bermakna. 

Tuesday, 26 May 2020

Survive Saat Pandemi Covid-19


SURVIVE SAAT PANDEMI COVID-19

          Sudah menuju bulan ke-3. Covid-19 tetap menghantui kehidupan kita. Tak tau mana seseorang yang terjangkit atau tidak. Kunci dengan penerapan PHBS dirasa manjur. Berbekal youtube mendukung kita tahu segala informasi. Asal ada niat, itu rumusnya. Saya berusaha merangkai hal-hal yang terjadi dari awal muncul pandemi di negeri asalnya sampai singgah dan menetap di Indonesia, sampai saat ini.

          Bermula di Wuhan, Covid-19 lahir. Banyak rakyat yang meninggal dalam sekejap mata. Pergerakan bak serdadu. Secepat kilat menyebar ke berbagai negara. Kita di Indonesia merasa jauh dari Negara-negara itu. Awalnya Berfikir kita aman. Sampai pada akhirnya Indonesia terkena wabah Covid-19. Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air menimpa dua warga Depok, Jawa Barat. Hal ini diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Diduga tertular virus corona karena kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Kita pun mulai resah dan gelisah. Bagaimana nasib dan takdir kita selanjutnya. Seolah-olah dunia akan kiamat.

          Pemerintah mulai memberlakukan WFH, social distancing, PSBB. Pandemi sudah semakin jelas. Korban semakin hari semakin banyak. Kemarahan masyarakat akan wabah Covid-19 bagaikan kobaran api. Marah akan tindakan pemerintah. Semua marah. Bagi keluarga yang terkena Covid-19, sedih. Sedih kenapa musibah ini menimpa dirinya. Sedih dengan WFH penghasilan menurun. Sedih apakah bisa akan terus hidup dalam keadaan seperti ini. Alhasil semua tak menemukan jalan keluar. Mari ubah pola pikir kita saat ini. “Grief of cycle” menurut Dr. Elisabeth Kübler-Ross. Siklus kepedihan atau kedukaan pada seseorang. Ada 5 Tahapan Kedukaan tersebut :

1.     Denial (Penyangkalan)
Semua awalnya menyangkal. Pemimpin bangsa menyangkal akan pandemi ini, Dengan memakan salah satu makanan disinyalir bisa membuat kita terhindar dari pandemi. Namun yang ada pandemi datangnya pasti. Kita pun mengalaminya.
2.     Anger (Marah)
Emosi mulai terpancing. Marah-marahpun tak menyelesaikan persoalan.
3.     Bargaining (Menawar)
Mulai ada penawaran dan penurunan akan emosi marah. Pengendalian diri walapun dalam hati masih merasakan emosi.
4.     Depression (Depresi)
Emosi akan semakin turun. Seseorang akan menjadi semakin pasif. Penolakan dan berpasran terjadi pada fase ini.
5.      Acceptance (Penerimaan)
Akhirnya seseorang mulai menerima tentang kenyataan yang ada. Masa pandemi mau tidak mau harus dilalui. Kita akan semakin bisa beradaptasi dengan kondisi dan situasi.

Apabila seseorang sudah dalam fase penerimaan. Meaningful life pun akan terwujud. Hidup yang bermakna. Hope (Harapan). Seseorang yang selalu mempunyai harapan. Bagaimana caranya? Dengan memberikan pertolongan kepada orang lain. Tolonglah orang-orang yang kesusahan. Tumbuhkan kesadaran bahwa banyak orang lain yang jauh lebih susah daripada kita sendiri. Itulah makna dari Hope, meneruskan kehidupan.  
         
       Pasca setelah terjadinya Covid-19 menurut Bapak Rhenald Kasali, sebuah perjalanan baru yang membuat orang berada di tempat yang tidak dikenal. Jika dilihat lebih dalam ini adalah proses disrupsi dengan banyak hal-hal membuat manusia confident dengan teknologi. Saat itu kita memerlukan Explorative Mindset. Dengan cara menggali sejumlah bidang. Lakukan sejumlah hal. Eksplorasi dilakukan untuk memahami dan menemukan hal yang baru. Langkah-langkah persiapan harus dilakukan dalam proses eksplorasi. Harus pandai membaca konteks, harus mempersiapkan diri sejak dini. Meraka yang siap adalah mereka yang berhasil menangkap kesempatan.  

Referensi