Selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Mengetahui Tempat Menakjubkan Membuat Hati Bahagia

Traveling Salah Satu Cara menghilangkan Penat

Mengajar itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Dunia Penuh Canda Tawa Peserta Didik

Monday, 1 June 2020

Modifikasi, Aku belajar darimu

         Ini hari kedua berturut-turut membuat donat. Keluarga doyan makan, lebih irit membuat sendiri. Terlebih sekarang masa pandemi. Minimalisasi ke luar rumah. Ponakan saya berjumlah 5 orang. Terbayang bagaimana mereka menyerbu makanan. Berbekal bahan alakadarnya. Yang tersisa 500gr tepung terigu protein rendah, SP, mesess dan perlengkapan kue lainnya. Oke siap proses pembuatan donat dimulai.

          Seperti biasa semua bahan sudah tercampur. Ada yang berbeda dengan resep kali ini. Ada tambahan SP. Saran kakak perempuan saya. Saran diikuti. Biasanya menggunakan mixer semua beres. Sekarang tidak. Ditengah perjalanan adonan mulai menggumpal. Kakak perempuan saya menawarkan diri untuk menguleni. Proses dengan tangan dan manual dilakukan. Adonan sudah mulai kalis dan lembut. Saya diamkan sesuai petunjuk. Begitu akan digoreng, adonan tidak mengembang. 

            Saya berfikir apa yang salah. Akhirnya adonan dimodifikasi. Tambah ini tambah itu. Saya berdoa semoga tidak gagal. Rasa malu menghantui pikiran saya. Proses menunggu selama 30 menit. Kemudian saya lihat adonan mulai mengembang. Proses modifikasi berhasil. 

            Dari kejadian ini saya bisa belajar. Walaupun berbeda dengan resep kue tetap tercipta. Butuh adu nyali disituasi itu. Hanya ada 2 pilihan. Gagal atau berhasil. Dengan sedikit modifikasi kali ini saya berhasil. 

Terimakasih modifikasi, saya belajar ilmu baru darimu.


Saturday, 30 May 2020

Klarifikasi Kemendikbud Pembukaan Tahun Ajaran Beda dengan Pembukaan Sekolah


Klarifikasi Kemendikbud
Pembukaan Tahun Ajaran Beda dengan Pembukaan Sekolah

KOMPAS.com - Terkait dengan perkembangan terjadi di masyarakat, Kemendikbud menjernihkan persoalan terkait penetapan 13 Juli 2020 sebagai tanggal dimulainya tahun ajaran baru: pembukaan tahun ajaran baru tidak sama dengan pembukaan sekolah. Masih banyak masyarakat hanya membaca judul di media, sehingga langsung menyimpulkan tanggal tersebut adalah pembukaan sekolah di mana siswa kembali masuk kelas di tahun ajaran baru 2020/2021. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad menegaskan ada perbedaan antara "dimulainya Tahun Ajaran Baru" dengan "tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk tatap muka". “Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing,” jelas Hamid melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com (29/5/2020).
Tidak mundur ke Januari Hamid mengatakan kalender pendidikan Indonesia dimulai minggu ketiga bulan Juli dan berakhir akhir bulan Juni. “Dengan dimulainya PPDB ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan maka akan ada konsekuensi yang harus kita sinkronkan,” jelas Hamid. Hamid kembali menjelaskan salah satu konsekuansi yang perlu dipikirkan jika memundurkan tahun ajaran baru adalah peserta didik untuk tingkat SMA dan SMP yang sudah dinyatakan lulus. “Kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sebentar lagi akan diumumkan untuk kelulusan siswa SD. Artinya kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, anak yang lulus ini mau dikemanakan? Termasuk juga perguruan tinggi juga sudah melakukan seleksi,” jelasnya. Metode dan media pelaksanaan belajar dari rumah di tahun ajaran baru nanti dilaksanakan dengan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi kedalam dua pendekatan yaitu: dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).   Hamid menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan hal tersebut, mulai dari platform pembelajaran yang dapat dipilih pihak sekolah (daring) hingga TVRI, RRI atau mengunduh materi belajar (luring).


Mari bijak dalam membaca berita. Jangan hanya terpaku pada judulnya saja. Timbulnya salah kaprah akan kepastian sebuah informasi yang disampaikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih tetap menjadi solusi utama. Pelaksanaan PJJ akan dilakukan secara jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).  


Friday, 29 May 2020

Guru Tak Melek IT, Bagaimana Nasibmu Sekarang?


Guru Tak Melek IT
Bagaimana Nasibmu Sekarang?


          Guru. Pekerjaan yang sungguh mulia. Dibalik kata guru ada tugas penting didalamnya. Guru sebagai pembangun insan cendekia. Itu jargon yang mengandung tanggung jawab besar.

          Kita hidup dalam dunia yang serba canggih. Perkembangan teknologi makin hari makin cepat. Penemuan setiap saat selalu lahir. Mau tidak mau, kita pun beradaptasi. Panik dan bingung itu sudah pasti. Perubahan bersifat kekal. Hanya mengikuti itu modalnya.

          Dalam realita tidak semua guru bisa menerima. Secara umum masih ada guru yg alergi terhadap perubahan. Ada beberapa guru bersikap frontal. Penolakan akan teknologi. Lalu apa yang terjadi? Guru itu hanya bisa marah. Menyalahkan keadaan menjadi senjata jitu. Sepertinya ada diskriminasi bagi dia. Kenyataannya tidak. Hanya pikirannya membuat keadaan seperti itu. Bukan hanya marah, terkadang sistem pun disalahkan.  Alhasil mereka akan tertinggal. Permasalahannya sangat sederhana, tidak mau belajar dan berusaha. Saat ini banyak aplikasi yang harus diisi sendiri oleh guru. Kalau ini saja tidak teratasi, bagaimana dalam pembelajaran berbasis IT?

          Berpegang teguh pada prinsip “Long Life Education”. Belajar Seumur Hidup. Ada banyak hal yang kita belum tahu. Terlebih lagi dalam bidang Teknologi. Guru dituntut kreatif dan inovatif. Tampilkan diri. Guru harus mampu merubah dirinya sendiri dan menjadi agen perubahan.   
         
         

Thursday, 28 May 2020

Menimba Ilmu Dari Nge-Blog

Menimba Ilmu Dari Nge-Blog


          Dalam dunia blog saya tergolong orang baru. Mengenal blog sudah cukup lama. Untuk aktif di dunia blog tergolong masih bayi. Tergerak dari Kegiatan Menulis Online bersama Om Jay. Posting-posting tulisan pun sudah menjadi suatu keharusan. Ada suka duka yang saya alami dalam 2 bulan ini. Dukanya sewaktu tidak ada ide. BW pun menjadi solusinya. Duka itu hanya bersifat sementara. Banyak ide seketika muncul. Duka terbayar dengan suka.

          Untuk Sukanya. Kegiatan BW pun berlanjut ke berkenalan dengan pemilik blog. Dengan Kegiatan menulis Online saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah. Dalam perkenalan itu ada banyak ilmu yang bisa saya dapatkan. Semangat, saya meniru salah seorang teman blog. Umur bukan ada alasan untuk berhenti berkarya. Sering saya membaca blog beliau. Ilmu Berbagi, bukannya Ge-Er, bisa membantu masalah beberapa teman blog terkait proses posting dll. Ada rasa bahagia bisa membantu sesama. Sudah banyak teman dalam komunitas menulis yang saya kenal. Banyak hal yang bisa jadi topik pembicaraan kami. Walapun itu virtual tapi sungguh bermakna. 

Tuesday, 26 May 2020

Survive Saat Pandemi Covid-19


SURVIVE SAAT PANDEMI COVID-19

          Sudah menuju bulan ke-3. Covid-19 tetap menghantui kehidupan kita. Tak tau mana seseorang yang terjangkit atau tidak. Kunci dengan penerapan PHBS dirasa manjur. Berbekal youtube mendukung kita tahu segala informasi. Asal ada niat, itu rumusnya. Saya berusaha merangkai hal-hal yang terjadi dari awal muncul pandemi di negeri asalnya sampai singgah dan menetap di Indonesia, sampai saat ini.

          Bermula di Wuhan, Covid-19 lahir. Banyak rakyat yang meninggal dalam sekejap mata. Pergerakan bak serdadu. Secepat kilat menyebar ke berbagai negara. Kita di Indonesia merasa jauh dari Negara-negara itu. Awalnya Berfikir kita aman. Sampai pada akhirnya Indonesia terkena wabah Covid-19. Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air menimpa dua warga Depok, Jawa Barat. Hal ini diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Diduga tertular virus corona karena kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Kita pun mulai resah dan gelisah. Bagaimana nasib dan takdir kita selanjutnya. Seolah-olah dunia akan kiamat.

          Pemerintah mulai memberlakukan WFH, social distancing, PSBB. Pandemi sudah semakin jelas. Korban semakin hari semakin banyak. Kemarahan masyarakat akan wabah Covid-19 bagaikan kobaran api. Marah akan tindakan pemerintah. Semua marah. Bagi keluarga yang terkena Covid-19, sedih. Sedih kenapa musibah ini menimpa dirinya. Sedih dengan WFH penghasilan menurun. Sedih apakah bisa akan terus hidup dalam keadaan seperti ini. Alhasil semua tak menemukan jalan keluar. Mari ubah pola pikir kita saat ini. “Grief of cycle” menurut Dr. Elisabeth K├╝bler-Ross. Siklus kepedihan atau kedukaan pada seseorang. Ada 5 Tahapan Kedukaan tersebut :

1.     Denial (Penyangkalan)
Semua awalnya menyangkal. Pemimpin bangsa menyangkal akan pandemi ini, Dengan memakan salah satu makanan disinyalir bisa membuat kita terhindar dari pandemi. Namun yang ada pandemi datangnya pasti. Kita pun mengalaminya.
2.     Anger (Marah)
Emosi mulai terpancing. Marah-marahpun tak menyelesaikan persoalan.
3.     Bargaining (Menawar)
Mulai ada penawaran dan penurunan akan emosi marah. Pengendalian diri walapun dalam hati masih merasakan emosi.
4.     Depression (Depresi)
Emosi akan semakin turun. Seseorang akan menjadi semakin pasif. Penolakan dan berpasran terjadi pada fase ini.
5.      Acceptance (Penerimaan)
Akhirnya seseorang mulai menerima tentang kenyataan yang ada. Masa pandemi mau tidak mau harus dilalui. Kita akan semakin bisa beradaptasi dengan kondisi dan situasi.

Apabila seseorang sudah dalam fase penerimaan. Meaningful life pun akan terwujud. Hidup yang bermakna. Hope (Harapan). Seseorang yang selalu mempunyai harapan. Bagaimana caranya? Dengan memberikan pertolongan kepada orang lain. Tolonglah orang-orang yang kesusahan. Tumbuhkan kesadaran bahwa banyak orang lain yang jauh lebih susah daripada kita sendiri. Itulah makna dari Hope, meneruskan kehidupan.  
         
       Pasca setelah terjadinya Covid-19 menurut Bapak Rhenald Kasali, sebuah perjalanan baru yang membuat orang berada di tempat yang tidak dikenal. Jika dilihat lebih dalam ini adalah proses disrupsi dengan banyak hal-hal membuat manusia confident dengan teknologi. Saat itu kita memerlukan Explorative Mindset. Dengan cara menggali sejumlah bidang. Lakukan sejumlah hal. Eksplorasi dilakukan untuk memahami dan menemukan hal yang baru. Langkah-langkah persiapan harus dilakukan dalam proses eksplorasi. Harus pandai membaca konteks, harus mempersiapkan diri sejak dini. Meraka yang siap adalah mereka yang berhasil menangkap kesempatan.  

Referensi



Mengembangkan Jiwa Enterpreneur Siswa Melalui Koperasi Sampah Plastik


Mengembangkan Jiwa Enterpreneur Siswa Melalui Koperasi Sampah Plastik

Dari kegiatan manusia pasti akan menghasilkan limbah. Itu sudah bersifat alami. Begitu pula halnya di Sekolah kami. Setiap hari disekolah menghasilkan limbah. Sebut nama lumrahnya sampah. Saya seorang guru di SMP Negeri 1 Negara. Sekolah kami terletak di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana., Kabupaten Jembrana-Bali. Luas sekolah kami 1300 m2. Terbayang dengan luas sekolah kami berapa sampah yang dihasilkan tiap harinya.

Jenis sampah yang dihasilkan di sekolah saya berupa Sampah Organik hasil reruntuhan daun-daun tanaman sekolah dan Sampah Non Organik yang dihasilkan oleh seluruh warga sekolah. Untuk jenis sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos. Dimanfaatkan lagi untuk kesuburan tanaman sekolah. Disisi lain, Sampah Non Organik. Sekolah berusaha menyukseskan program Pemerintah gerakan bebas sampah plastik pada lingkungan sekitar. Sesuai dengan prinsip pengolahan sampah. Sampah non organik diolah kembali menjadi barang yang bernilai. Itu lebih terfokuskan pada mata pelajaran prakarya. Namun kenyataanya, tidak semua sampah sempat diolah lagi. Solusi lain bisa diambil dan memiliki tujuan menghasilkan pendapatan. Kami berusaha mengembangkan Jiwa Enterpreneur Siswa Melalui Koperasi Sampah Plastik.

Program pengembangan jiwa enterprenur siswa melalui koperasi sampah plastik ini dilaksanakan setiap minggu di Hari Jumat pada saat istirahat ke-3. Semua perwakilan kelas akan membawa sampah plastik yang telah dikumpulkan yang berasal dari konsumsi sendiri. OSIS sebagai organisasi siswa di sekolah akan membeli sampah plastik itu dengan harga Rp. 2000,- per kilonya. Hasil dari penjualan sampah plastik akan dikembalikan ke masing-masing kelas dan akan digunakan kembali untuk keperluan di kelas masing-masing.

Mari sedini mungkin bangkitkan dan kembangkan Jiwa Enterpreneur  Siswa. Bukan mendidik siswa untuk “mata duitan”. Sekolah berusaha membangun karakter siswa yang kreatif dan tetap peduli akan lingkungan.
  

Dokumentasi Kegiatan Mengembangkan Jiwa Enterpreneur Siswa Melalui Koperasi Sampah Plastik





 

                            Komang Elik Mahayani – SMP Negeri 1 Negara















Monday, 25 May 2020

Peran Prakarya Sebagai Media Pendukung Gerakan Literasi Sekolah


Peran Prakarya Sebagai Media Pendukung Gerakan Literasi Sekolah

            Gerakan Literasi Sekolah ( GLS) di dunia Pendidikan tentu bukan barang baru lagi. Jika melihat lebih dalam gerakan literasi sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.) Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen dalam pembiasaan membaca peserta didik.

Pelajaran Prakarya merupakan salah satu pelajaran wajib yang ada di Kurikulum 2013. Mata Pelajaran ini yang memiliki 4 elemen pokok yakni kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan. Sekarang pertanyaanya, di manakah letak partisipasi mata pelajaran prakarya terhadap pelaksanaan gerakan literasi sekolah? Salah satu sumbangsih yang bisa diberikan oleh mata pelajaran prakarya untuk pelaksanaan gerakan literasi sekolah ini yakni dengan pemanfaatan limbah yang ada di sekitar kita sesuai dengan prinsip pengolahan limbah ( Reduce, Reuse dan Recycle ) kami bisa me-recycle atau mengolah kembali barang sisa dari kegiatan manusia untuk menjadi kerajian yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna yang lebih. Apa yang bisa di berikan dari limbah-limbah ini adalah dari barang yang tak ternilai misalnya potongan tripleks, karton/kardus, pipa paralon, barang-barang ini bisa di sulap menjadi beberapa rak buku yang bisa digunakan untuk menata koleksi buku yang ada di kelas ataupun menambah pojok baca yang ada di sekolah. Paling tidak dari limbah-limbah ini bisa menciptakan sarana untuk gerakan literasi sekolah dan nantinya lingkungan sekolah akan kaya terhadap literasi.

Konsep yang bisa ditawarkan dari mata pelajaran prakarya ini adalah khususnya siswa kelas IX  mampu membuat kerajinan fungsi pakai misalnya rak buku yang berasal dari bahan-bahan limbah untuk mendukung program gerakan literasi sekolah dan tentunya itu akan dimanfaatkan oleh siswa itu sendiri. Setelah rak buku hasil kerajinan siswa selesai dibuatnya, masing-masing kelas akan menghias kelasnya dengan pojok  baca dengan cara masing-masing siswa menyumbangkan 1 buku saja untuk menjadi koleksi bacaan kelas tersebut. Mungkin dengan salah satu cara ini,, motivasi siswa untuk gemar membaca akan tumbuh sedikit demi sedikit. Keinginan untuk membaca bahan bacaan apa saja akan semakin tinggi karena membaca dan menulis (literasi) merupakan salah satu aktivitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga dengan kegiatan awal membuat kerajinan rak buku dengan berbahan limbah oleh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Negara dapat menumbuhkan kreativitas siswa-siswa di kelas lain dalam mendukung gerakan literasi, budaya gemar membaca dan menulis di SMP Negeri 1 Negara.

Foto Dokumentasi Rak Buku dari bahan Bekas



      

            

 

Komang Elik Mahayani - SMP Negeri 1 Negara

Sunday, 24 May 2020

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-1


Teknik Menulis dan Menerbitkan Buku


Siapa yang tak kenal Onno W. Purbo. Tokoh besar terkait dengan Teknologi Informasi. Kali ini beliau akan hadir sebagai nara sumber dalam Kegiatan Menulis Bersama Om Jay. Senin, 27 April 2020. Topik yang akan dibawakan adalah Menulis dan Membuat Buku Digital.

Sedikit profil dari Bapak Onno W. Purbo. Pelopor dunia IT yang menggagas program RT/ RW-Net ini adalah orang yang berjasa dengan adanya internet di Indonesia. Kiprahnya di dunia teknologi sudah tidak diragukan lagi. Pria yang senang berbagi ilmu untuk mencerdaskan bangsa dalam dunia IT ini banyak berpihak pada kesejahteraan masyarakat kecil sesuai ajaran yang diajarkan ayahnya, Hasan Poerbo, seorang Professor bidang lingkungan hidup ITB. seorang pakar kelahiran Bandung, 17 Agustus 1962. Merupakan wisudawan terbaik Teknik Elektro ITB pada tahun 1987 yang kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di McMaster University, Kanada dan Universitas Waterloo, Kanada. Namanya yang populer dengan serangkaian prestasi gemilang, karya, dan banyak penghargaan seringkali menghiasi laman-laman media baik cetak, online, maupun TV

          Dengan gaya yang humoris beliau memulai memberikan pemaparan materi. Dalam proses penerbitan buku bisa dilakukan dengan dua cara. Menggunakan penerbit buku secara langsung dan bisa menerbitkan buku secara digital. Proses penerbitan buku secara digital lumrahnya kita kenal dengan istilah e-book. Sebelum menuju topik hangat pembuatan e-book. Bapak Onno W. Purbo terlebih dahulu mengulas tentang teknik menulis buku.
1.  Persiapan
Berawal dari membaca, Menggunakan Rumus 5W + 1 H
2.  Mencari Topik
Memilih topik, mencari tahu keinginan pembaca, mencari tahu minat pembaca. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengobrol.
3.  Kebiasaan Mencatat
4.  Menulis Ilmiah
Dalam menulis ilmiah, bapak Onno menyarankan untuk mencari referensi berbahasa Inggris agar mudah diterbitkan untuk menjadi jurnal internasional. Referensi tersebut dapat diakses dari google scholar (http://scholar.google.com). 
5.  Menerbitkan buku

Dalam proses menerbitkan buku, harus mempersiapkan :
a.     Halaman Judul
b.     Kata pengantar
c.      Daftar Isi
d.  Materi lengkap (kontent), dapat ditambahkan gambar
e.     Tentang penulis, dibuat ringkas dan menarik
f.      Daftar Pustaka
g.     Sinopsis, ringkasan cerita dari isi buku yang memberikan gambaran mengenai isi buku yang dibuat.
h.     Pengecekan Plagiat
i.       Mencari referensi tentang penerbit

Proses pembuatan buku digital tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan buku dengan menggunakan aplikasi Microsoft Word. Yang diperlukan membuat e-book adalah dengan menggubah tulisan yang semula dibuat versi word menjadi PDF.
Dalam sesi pemaparan materi, Pak Onno mendemonstrasikan bagaimana cara membuat Table Of Content. Fasilitas itu diperlukan untuk memudahkan dalam proses pembuatan daftar isi.

          Proses pembuatan buku tidak semata-mata hanya menggunakan hardcover  dengan kata lain cetak buku. Penulis pun bisa membuat buku tersebut kedalam bentuk softcopy berupa e-book. Tentu dalam proses pembuatan e-book tidak serta merta tulisan sama seperti buka. Ada proses editing sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara penerbit dan penulis.

Peresume : Komang Elik Mahayani (elle.mahayani@gmail.com)

Selamat Lebaran Kawanddds……


Selamat Lebaran Kawanddds……

https://kaltim.tribunnews.com/

           Tak terasa sebulah sudah puasamu kawands. Walaupun saya berbeda keyakinan dengan dirimu. Dalam lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”. Perayaan Idul Fitri kali ini berbeda dengan perayaan sebelumnya. Covid-19, karena dia kita tidak mengadakan Open House. Silaturahmi dengan saudara, sahabat dan kerabat tidak seleluasa dulu. Sholat Ied pun dilakukan dirumah saja. 

          Dari kemarin malam, Ucapan Hari Raya Idul Fitri saya kirimkan ke beberapa kawan yang beragama muslim. Percakapanpun mengalir begitu saja. Yang namanya Ibu-Ibu, sebut saja Emak-emak pasti berceloteh lebih banyak. Dalam percakapan saya bertanya persiapan Hari Raya sampai dimana? Beberapa kawan mengirimkan aneka kue yang sudah dibuat. Membuat kue-kue sendiri itu memiliki kenikmatan tersendiri. Sampai-sampai salah satu kawan berkata “Sebenarnya banyak yang jual, yaa… dengan membuat mungkin lebih ingat akan masa lalu”. Yang lebih menarik lagi adalah sehari menjelang Lebaran, beberapa kawan mempersiapkan membuat Opor Ayam dan Ketupat. Emmm….dengan membayangkan saja sudah membuat ngiler.

Salah satu teman nge-blog saya yang baru saya kenal pun membuat menu masakan yang sama. Ya….bermula dari Covid-19 lagi. Pasar dan penyedia kebutuhan makanan tidak buka seperti sebelum terjadinya wabah ini. Mau tidak mau ada hal-hal yang seharusnya sudah kita terima beres, berbalik lagi kita lakukan sendiri. Anggap saja kita sedang multitasking. Proses memasak ayam menjadi menu Opor yang lezat benar-benar harus dilakukan dari proses nol. Mengubah ayam yang masih utuh dari dikuliti, dibelah dan dipotong alhasil jadi opor. Butuh proses. Iya semua itu berproses sampai opor berada dalam sebuah mangkuk.

Disaat ketika membuka media sosial, saya melihat persiapan kawan-kawan lain memperlihatkan beberapa menu yang sudah dibuatnya. Banyak suguhan gambar-gambar hasil kreasi kawan tentu enak dipandang, namun belum sedap untuk saya. Ya tentu karena saya hanya melihat tanpa mencicipi, hanya rasa ngiler saja yang tertinggal.


  


              

Pasti mereka sangat bahagia menyambut Hari Raya Idul Fitri ini. Itu yang saya tebak dari beberapa ekspresi postingan ataupun hasil obrolan saya dengan beberapa kawan.
Namun disisi lain, tak semua beruntung bisa merayaan Idul Fitri dengan suka cita. Kembali lagi, di postingan salah serorang kawan. Salah satu keluarganya saat ini sedang sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit. Semoga saja segala sakitnya bisa disembuhkan dan bisa kembali ke rumah bersama keluarga.

          Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah kawanddss…, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin. Tetap semangat. Jaga kesehatan dan keselamatan. Semoga selalu dalam Lindungan-Nya.


Singaraja, 24 Mei 2020
Komang Elik Mahayani


Saturday, 23 May 2020

Membuat Media Pembelajaran Dengan Smart Apps Creator


Membuat Media Pembelajaran Dengan
 Smart Apps Creator

Smart Apps Creator Level Basic
1.      Step 1 Instalation
2.      Step 2 Page & Section
3.      Step 3 Insert Image, Background, Button
4.      Step 4 Insert Text & Audio
5.      Step 5 Make Interaction
6.      Step 6 Build to APK

Langakah untuk membuat project di Smart Apps Creator :
1.     Buka Aplikasi
Klik Ikon Smart Apps Creator pada desktop
2.     Set Resolusi
Pilih jenis Android Phone dengan Orientasi Horizontal, Widdth 1280, Height 720
3.     Interface Smart App Creator
a.         Overflow : Include smart button, save button, undo button and next button
b.        Tabs : includes edit, insert, template, animation, interaction, page and Real-Time Test
c.         Navigation : include preview and source bank
d.         Canvas : include main area, close preview button and close attribute button
e.         Attribute bar : include attribute tab dan layer tab
4.     Set Navigasi
Klik Page – navigate setting- klik ikon Rumah- Klik Visible – Submit
Work area sudah siap untuk memulai bekerja

Step 2 Page & Section Pada aplikasi ada 6 bagian :
1.  Start Page
Lakukan rename section- tulis opening-submit
2.  Opening
Pada navigasi pilih new section, akan muncul kotak putih kosong. Rename dengan nama Opening
 3.  Home
Pada navigasi pilih new section, akan muncul kotak putih kosong. Rename dengan nama Home
4.  Konten
Pada navigasi pilih new section, akan muncul kotak putih kosong. Rename dengan nama Konten
5.  Evaluasi
Pada navigasi pilih new section, akan muncul kotak putih kosong. Rename dengan nama Evaluasi
6.  Developer
Pada navigasi pilih new section, akan muncul kotak putih kosong. Rename dengan nama Developer

 Berikut Foto Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana
1.  Start Page



2.  Opening
       

 3.  Home
    

    

4.  Konten/ Materi
    

5.  Evaluasi

6.  Developer
    

Jika dilihat di sisi simulasi, tampak seperti video dibawah ini



Media Pembelajaran berbasis SAC sudah terinstallkan pada handphone… Selamat mencoba




Komang Elik Mahayani
SMP Negeri 1 Negara