Selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Mengetahui Tempat Menakjubkan Membuat Hati Bahagia

Traveling Salah Satu Cara menghilangkan Penat

Mengajar itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Dunia Penuh Canda Tawa Peserta Didik

Monday, 4 May 2020

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-6


Penjarakan Semua Ego Diri, Impian Buku Yang Sempurna Terasa Nyata

Awal Minggu ke-2 Senin, 4 Mei 2020. Kita sudah menginjak pertemuan ke-6. Seperti biasa Pukul 14.00 Wita saya sudah mejeng cantik di depan handphone. Sebelum nara sumber mulai memaparkan materi, Om Jay mengirimkan powerpoint singkat dari beliau. Slide demi slide sudah di baca dan seluruh pikiran saya tertuju pada slide ini.
Sumber: Slide Presentasi Drs. Ukim Komarudin, M.Pd

Selang beberapa menit, sesi akan dimulai. Pembawa acara Mr. Bams memandu pembelajaran siang ini. Mr. Bams memperkenalkan nara sumber yang hadir. Beliau adalah Drs. Ukim Komarudin, M.Pd. Pada kesempatan kali ini beliau akan memaparkan materi terkait dengan “Pengalaman menulis di Penerbit Mayor.” Salah satu karya beliau adalah Buku Guru Juga Manusia. Beliau akan berbagi pengalaman menulis sampai menerbitkan sebuah buku.

Menulis merupakan sebuah kegiatan atau pekerjaan. Penulis adalah orang yang melakukan kegiatan menulis. Menurut beliau melalui menulis bisa dijadikan sebagai  tempat mencurahkan segala kegelisahan atau apapun bentuknya. Segala ekspresi diri sendiri bisa dengan leluasa kita tuangkan di dalam tulisan. Buanglah jauh-jauh rasa khawatir akan hasil tulisan yang dibuat. Maknai bahwa menulis sebagai sebuah kebutuhan dalam diri. Jangan hiraukan dengan ragam dan trend di masyarakat. Jadilah Penulis yang apa adanya.

Jadilah Penulis Apa Saja. Karena profesi beliau sebagai guru, beliau menulis terkait pelajaran, beragam kegiatan berupa proposal, liputan kegiatan yang harus dituliskan di majalah, dan menulis buku harian. Begitu setiap saat diisi oleh menulis.
Dengan menjadi penulis yang apa adanya dan menulis apa saja akan memunculkan berbagai komentar atas karya yang dibuat. Seseorang akan mulai mengkategorikan tulisan kita. Beberapa komentar yang didapatkan oleh Beliau terkait dengan karya menulisnya adalah ada yang berpendapat emotif, dapat membuat pembaca larut dalam cerita, bahasa sederhana dan mudah dicerna oleh pembaca. Ada juga yang mengaku bahwa sepenggal tulisan saya dapat dijadikan ceramah atau kultum.  

Tergerak dengan beberapa komentar yang ada, beliau mencoba membukukan tulisan-tulisan yang terangkum dalam buku harian. Ada beragam kejadian, tetapi tema besarnya merupakan pelajaran seorang dewasa (guru) dari anak-anak "cerdas" yang menjadi siswanya. Oleh karena tulisan itu beragam kejadian, beragam waktu, dan dari beragam tokoh. Beliau menyimpulkan judul yang cocok untuk buku tersebut, "Menghimpun yang Berserak." Sebuah usaha untuk mengumpulkan segenap mutiara yang berserakan dalam kehidupan yang sangat bermanfaat bagi beliau dan semoga bermanfaat pula buat orang lain (pembaca).

Setelah sepenuhnya menjadi seorang penulis kita tingkatkan kualitas untuk menerbitkan tulisan yang telah dibuat. Dalam materi kali ini Bapak Drs. Ukim Komarudin, M.Pd memberikan tips dan trik menerbitkan buku :
1.    Apakah buku yang akan diterbitkan akan laku di pasaran??
2.    Apakah buku saya punya nilai tambah sehingga pembaca melirik dan membeli buku saya?
3.    Apakah saya bersedia apabila beberapa hal terjadi penyesuaian (diganti)?
Ini adalah point-point utama yang harus dipersiapkan secara matang apabila ingin menerbitkan buku, terlebih utamanya bagi penulis yang dikategorikan masih pemula.
Seakan-akan pertanyaan itu mengungkung privasi beliau sebagai seorang penulis. Namun dibalik beberapa pertanyaan ternyata memiliki hikmah yang besar, karena itu adalah sebuah pengalaman yang harus di syukuri.

Penjarakan Semua Ego Diri demi sebuah Impian Buku Yang Sempurna

Lahirnya Buku yang sempurna tentu mengalami proses yang melibatkan tim editorial ( editor, desainer, illustrator dan layouter) agar tulisan yang kita buat sampai kepada pembaca dengan baik. Apabila penulis terlalu menonjolkan keidealisannya, maka hasil karya itu hanya dinikmati untuk sendiri. Kalau pun ada yang membaca hanya segelintir orang saja. Tujuan dari menulis untuk memberikan manfaat buat orang lain akan terasa kecil. Sebelum buku itu siap diluncurkan penulis akan menerima dami atau calon buku yang sama persis jika akhirnya bisa dicetak. Tentu saja itu akan menimbulkan perasaan yang sangat gembira bagi penulis. Proses selanjutnya penulis harus menandatangi saja kontrak kerjasama tanpa membaca persentase yang kelak diterima.

Menurut keterangan Bapak Drs. Ukim Komarudin, M.Pd, hasil akhir, beliau mendapat konfirmasi terkait dengan terbitnya buku yang dibuat. Pertama, beliau menerima buku pribadi, kalau tidak salah jumlahnya hanya 5 buku. Buku tersebut berstempel tidak diperjual belikan. Kedua, beliau diajak bicara terkait dengan teknis launching Buku "Menghimpun yang Berserak". Ini adalah bagian promosi untuk membuat buku laku dijual. Ketiga, diberitahu bahwa penerbit menerbitkan jumlah yang diterbitkan pada penerbitan pertama ini dan kurang lebih 6 bulan kemudian hasil yang ditunggu-tunggu adalah mendapat royaltinya.

Peran lain dari penulis juga harus mengusahakan bukunya bisa dinikmati orang lain. Salah satu caranya adalah promosi. Selain menjadi penulis beliau juga sebagai pembicara. Sambil menyelam minum air, dalam moment yang sama bisa juga untuk menjual buku-buku beliau.

Dalam kegiatan siang ini, Drs. Ukim Komarudin, M.Pd memberikan ruang sesi tanya jawab, berikut ini beberapa pertanyaan dari peserta.

P1 : Bagaimana  kriteria layak atau tidaknya sebuah buku dapat di terbitkan oleh penerbit terutama buku pelajaran.
Memang ada kriteria yang dianggap layak untuk diterbitkan. Khususnya terkait buku mata pelajaran, biasanya mereka mencari buku: (1) menunjukkan penggunaan pendekatan baru; (2) lebih lengkap; (3) penulisnya memang berkualifikasi luar biasa; (4) Naskah renyah (enak dibaca);  dan diutakan dari hasil penelitian lembaga-lembaga pendidikan terbaik.

P2 Bagaimana pengalaman om Ukim dalam tulis menulis; Jeda berapa lama tulisannya mulai di lirik; Media apa tempat mempublish tulisan om Ukim pertama kali; Bagaimana latar belakang buku “guru juga manusia” sehingga bisa best seller,  dan buku besy seller tsb brp exsemplar laku dan brp oom dapat royalti dr buku tsb.(maaf agak privasi); Dari awal mulai om menulis sampai sekarang, ada ndak berubah motivasi oom ukim dalam menulis, saat oom di intervew sama siapa, dan apa hal yg sangat berkesan dari intervew tsb; Keseharian om ukim seperti apa kesibukannya; apakah buku karya om ukim semua diterbitkan di mayor dan buku mengumpulkan yg berserK tsb berapa naskah semu

Paling lama 6 bulan. Jika tidak ada kabar. Berpindah ke lain hati (penerbit lain) atau naskah direvisi ulang. Saya menulis di buletin sekolah, kemudian buletin pendidikan DKI, lalu buletin Diknas, dst. Buku  Guru juga Manusia bisa terjual banyak karena bantuan publikasi media sosial yang saaat itu sudah mulai menggejala. Untuk buku berikutnya, saya mendapatkan berkah dari medsos itu. Saya tipe penulis. Mungkin, lebih banyak buku yang tidak saya terbitkan daripada yang saya terbitkan. Saya memang bukan tipe pandai menjual ide. Saya senang menulis. Yang menarik buat saya tulis, ya saya tulis. Tak peduli tak dilirik penerbit. Tapi Allah maha pengasih. Beberapa sering dilirik penerbit dan jadi berkah buat keluarga. Yang interview dari dulu sampai kini sudah saya tahu. Pasti dia editor. Dialah penentunya. Saya sering berdoa, dan ternyata sering benar, "Dia lebih pintar dari saya". Minimal soal membuat buku saya laku di pasaran. Semua buku berkesan. Dia seperti anak saya. Dia ada yang berkembang dan bermakna bagi masyarakat luas. Ada juga yang diam-diam hanya dibaca sahabat dekat ketika dia terpuruk di sudut kamarnya. Semuanya saya syukuri. Ia lahir dari saya, saya bangga atas rezekinya.


P3 Jika menulis di mayor di kasih waktu berapa lama untuk menulis setelah menyetorkan judul atau setelah kontrak di berikan, apakah setelah mendapat kontrak menulis di penerbit mayor, akan di tawari kerja sama lagi setiap tahunnya?
Ketika bertemu penerbit saya sudah bawa naskah utuh. Dari naskah itu kita mulai bicara.Saya sering diminta menulis terus oleh beberapa penerbit karena beberapa buku saya yang dipergunakan di lembaga pendidikan terbit terus. mungkin sekarang sudah jilid  belasan. Masalahnya di pembagian waktu atau prioritas. kelemahannya juga ada di saya. Pribadi saya kurang bisa kompromi. Tapi percayalah, dari karya Bapak yang sungguh-sungguh akan ada tawaran berikutnya. Masalahnya, Bapak berkenan membagi waktu dan prioritas?

P4 Bagaimana mengetahui gaya selingkung penerbit.
saya termasuk orang yang nggak mau belajar tentang itu. Bisa terkuras energi kita jika memikirkan hal itu. Itu sebabnya, saya menulis untuk diri saya. Jadi, ketika itu jadi duit, alhamdulillah. Lalu, saya tak mendapat konfirmasi sekaligus royalti, padahal di belakang saya mereka menerbitkan dan menjual buku saya. Silakan. Makan tuh rezeki saya semoga jadi amal yangdipakai kebaikan. Saya kurang suka dengan hal-hal yang diluar jangkauan saya.

P5 Bagaimana cara mengatasi menulis banyak novel, dan cerpen tapi tidak sampai klimaks karena bosan;  Pertanyaan kedua,saya suka menulis novel.Tapi,kenapa saya terus mengulang ulang kesalahan yg sama.Misal tokoh terlalu banyak,jalan cerita mudah ketebak,bagaimana cara mengatasi nya? Pertanyaan berikutnya,saya mempunyai asisten penulis novel-->2 teman saya beda kelas dan teman saya satu kelas.Alasan saya butuh asisten karena mereka sebelumnya pernah menulis novel di wattpad dan menjadi suka menggambar.Sehingga diharapkan agar ceritaku bisa dilihat dari sudut pandang bayak orang,tapi apakah langkah itu sudah betul? Pertanyaan ke empat,karena banyak orang yang membatu saya,apakah mereka disertakan dalam bagian abstrak/pengenalan penulis

Diduga salah memilih kategori ekspresi menulis. Dalam menulis harus menempatkan diri sesuai stamina dan kecenderungan. Ada tipe sprinter, maka pilih cerpen. Kalau Marathon, pilih novel. Mungkin bertahap ya, dari lari jarak pendek karena latihan akhirnya bisa lari jarak jauh.
Ada yang disebut, Premis (tema besar). Biasa terdiri atas satu paragraf. Hebatnya, ia adalah sebuah headline yang memegang pergerakan ide, tokoh, dan alur cerita. Penulis hebat memulia dari itu, Pak. Percayalah, jika tidak memulia dari situ, kemungkinannya kalah tenaga, atau ngawur kemana-mana.
Saya tipe orang yang sering menyembunyikan karya jika belum final. Saya orang teater, Saya suka membuat kejutan dengan membina puncak-puncak cerita. termasuk di sini kelahiran anak (karya) saya yang mengejutkan.
Permasalahan penulis pemula sering serakah. Jadi penulis sekaligus editor. Akhirnya, tidak jadi-jadi. Baru satu bab dikoreksi. Baru lima lembar disalahkan sendiri. Ya Ambyar.
Tulis saja, nanti ada jurinya: diri sendiri, teman penulis, dan akhirnya editor. Jika mereka menganggap tulisan bapak nggal laku di pasaran, tapi Bapak bilang itu bagus tak apa. Ada suatu masa yang dikatakan banyak orang jelek, saat itu malah dicari dan dibenarkan orang.
Membaca yang banyak dan siapa saja yang Bapak suka. Hebatnya, Tuhan Mahakreatif dan Penyayang. Kita akan tumbuh menjadi diri sendiri tidak seperti Tere dan lainnya. Memang ada sedikit unsur, seperti ... tapi dalam dunia imajinassi itu sah. namanya terinspirasi oleh.

P6 Saya baru akan menulis buku , pengalaman bahan untuk menulis sudah ada akan tetapi memulai menulisnya kesulitan ,bagaimana memulai menulis buku yang bisa meyakinkan bagi penulis .

Mulailah menulis dengan membaca buku-buku yang diduga akan mirip ekspresi bentukannya seperti buku yang akan Bapak buat. Ketika kita datang ke perpustakaan atau toko buku, kita membaca untuk mendapatkan inspirasi. kadang-kadang, saya membeli buku atas tujuan seperti itu.
Tentang meyakinkan memang dimulai dari diri sendiri dahulu. kalau dalam diri kurang yakin, celakanya pembaca juga demikian. Mulailah banyak membaca karya-karya yang bagus yang menjadi minat. Dari situ, kita akan punya standar sendiri.

P7 adakah tips dan trik agar kita bisa menjadi penulis produktif yang layak diterbitkan? bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis(memulainya)?

Penulis yang baik memang pembaca yang baik. Banyak-banyaklah membaca sehingga akan mampu menulis. Saya setuju  dengan himbauan menulislah setiap hari. Tapi tolong disertai membaca agar tulisan kita berkualitas.  Itu hukumnya, Menulis (produktif) pasokannya adalah membaca (receptif).
Manulis saja. Dengarkan respons dari sekitar. Kita memang membutuhkan orang yang membuat kita terlecut menjadi lebih baik.

P8 apakah gaya bahasa sehari-hari bapak tertuang persis sama dengan gaya menulis di buku? Bagaimana mengolah bahasa sehari-hari agar renyah dibaca orang?

Pada akhirnya kita akan menjadi diri kita sendiri. Termasuk dalam hal karya. kita akan menemukan warna, tipe, dan kekuatan sendiri dalam menulis. Ketika teman-teman kita memuji tulisan kita, maka di saat itulah kualitas naik ke permukaan. Teruskan dan pupuk kekuatan itu. Sampai kalau serpihan tulisan kita terjatuh di jalanan, ada seorang teman yang mengatrakan kepada Anda bahwa ini tulisan milik Anda. Kita akan bertanya, "kok tahu sih ini tulisan saya?" Dia kan jawab, "Saya sudah hapal itu Gaya kita."

Sebagai closing statement Bapak Drs. Ukim Komarudin, M.Pd. ada kehebatan dari seorang penulis. Ia jelas ekspresinya. Ia juga punya daya jangkau dakwah yang lebih luas dalam menebar kebaikan. Ia juga punya legacy atau warisan untuk pertinggal jejak kebaikannya, yakni tulisannya. Menulislah setiap hari, karena anda akan menemukan kebahagiaan; menulis berarti kita MENCIPTAKAN SEJUMLAH KEBAIKAN.

Jadi mulai sekarang, tumbuhkanlah budaya untuk menulis setiap hari. Bertindaklah sebagi penulis apa adanya dan menulis apa saja. Hilangkan semua ego jika ingin menerbitkan hasil karya buku. Penulis akan selalu berjalan berdampingan dengan tim editorial demi melahirkan buku yang sempurna.


Perkenalan Dengan Om Jay


Perkenalan Dengan Om Jay

Menurut saya, tak kenal maka tak mengobrol. Jadi alangkah baiknya saya memperkenalkan diri dulu. Nama saya Komang Elik Mahayani. Profesi sebagai Guru SMP di SMP Negeri 1 Negara. Letak daerah tempat saya tinggal di ujung barat Bali.

Saya masih ingat di akhir Tahun 2016, tepatnya bulan Oktober selama 11 hari saya mengikuti PLPG. Perasaan terkejut luar biasa hadir di dalam hati. Serasa tak percaya nama saya ada dalam list peserta PLPG. Saya ceritakan sedikit tentang sejarah mengikuti PLPG. Yang namanya akan mengikuti test, siapa pun pastinya akan melakukan persiapan sesuai dengan versi individu itu sendiri. Begitu pula dengan saya, saat itu akan diadakan UKG. Saya belajar berberapa hal dan paling penting membuka memori lama tentang pelajaran yang telah terlupakan. Saat tes berlangsung, saya jawab dengan maksimal. Akhirnya hasilnya datang juga. Hasil test saya boleh dikatakan memperoleh nilain yang lumayan. Banyak teman-teman saya memberikan informasi bahwa nilai itu hanya digunakan sebagai pemetaan guru dalam mengikuti tes. Setiap kali melihat list guru yang belum tersertifikasi se-Kabupaten tempat saya bekerja, hati saya selalu menciut. Sering kali saya berbicara dengan teman guru sebaya saya, kita hanya bisa menunggu jatah itu datang. Kami sadar masa kerja kami terkategori kecil dan umur kami saat itu tergolong muda. Jika disort berdasarkan umur, saya berada pada urutan ke-5 dari bawah.

Diterima sebagai peserta PLPG sungguh membuat hati bahagia. Di sekolah tempat saya mengajar ada 4 guru yang diterima menjadi peserta PLPG. Ternyata yang menjadi kriteria untuk bisa menjadi peserta PLPG berdasarkan nilai UKG. Saya sangat berterimakasih sekali kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Berkat beliau saya mengikuti PLPG. Pelaksanaan PLPG bisa saya lalui. Mata Pelajaran yang saya ampu adalah TIK. Di PLPG saya bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai wilayah untuk bersama-sama mengikuti PLPG. Singkat kata, kami semua dinyatakan LULUS. Perasaan makin bahagia, tandanya saya akan merasakan tunjangan profesi guru.

Masalah mulai muncul disaat mata pelajaran TIK akan tergantikan dengan Bimbingan TIK. Kami guru TIK merasa resah bagaimana kedepannya profesi kami. Beberapa dari kami sudah harus mengajar Mata Pelajaran Prakarya. Sementara bimbingan TIK tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan. Kami yang terdahulu mengajar dengan sarana Komputer dan bermarkas di Laboratorium Komputer teralihkan dengan mata pelajaran kerajinan dan masak-memasak.
Akhirnya teman-teman kami di PLPG dulu mulai saling kontak-kotak. Ada teman saya Pak Eka nama kerennya “Pak Eka Dolar” yang dengan penuh kegigihan untuk memperjuangkan nasib kami sebagai guru TIK. Prosesnya panjang, kami yang tidak tau apa-apa dalam berurusan hanya mendengarkan informasi dari beliau sebagai Korlap kami. Sampai suatu ketika, Pak Eka mengadakan Workshop dan Rakernas Guru TIK.

Saya sangat bersemangat kala itu. Bagaimanapun juga ini adalah salah satu langkah perjuangan kami. Kalau tidak salah Wokshop dan Rakernas diadakan akhir tahun 2017. Saat itulah saya bertemu tokoh-tokoh Guru TIK. Beliau-beliau itu adalah Bapak Bambang Susetyanto, Tri Budiharjo dan Wijaya Kusumah. Mereka adalah tokoh-tokoh penting dalam perjuangan Guru TIK di Pusat. Disitulah awal saya mengenal Bapak Wijaya Kusumah dengan sapaan ngetrend Om Jay.



Banyak hal yang dibahas dan diceritakan oleh Bapak-bapak yang luar biasa ini. Dalam sesi itu saya ingat betul Bapak Wijaya Kusumah telah mempromosikan tentang media blog. Cuma sayang sekali , saya hanya mendengarkan saja tanpa ada pengaplikasian atas apa yang saya dengar. Saat sesi workshop ada banyak doorprice yang diberikan. Saat itu saya mendapatkan doorprice buku karya dari Bapak Wijaya Kusumah (Om Jay).

Buku itu berjudul “TIK: Menulis Blog Untuk Pendidikan”. Maaf Om Jay buku itu hanya saya baca saja tanpa berbuat apa-apa. Ibarat orang Bali sering menyebutkan kata ” Konden Jengah”. Jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia kata itu bermakna belum ada semangat dan usaha. Di Grop Ikatan Guru TIK PGRI, Om Jay sangat aktif memberikan informasi terupdate. Dan tetap saya hanya membaca saja.
 Sumber Dokumen Pribadi

Sampai bertepatan dengan Monentum Covid-19. Perasaan Jengah  saya muncul. Setelah saya piker ternyata memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa menggerakan diri saya menuju perubahan ke arah yang lebih baik. 3 Tahun. Dalam masa pandemic Covid-19 ini sedikitnya saya akan berubah. Saat ini saya mengikuti diklat menulis yang diadakan oleh Om Jay dan Kegiatan AISEI Writing Even. Semoga saya bisa mengikuti dengan lancar. Harus bisa menulis. Itu kata-kata yang selalu diingat.  Walaupun hasil menulis saya belum apa-apa saya akan berusaha selalu mengingat kata itu. Saya tergolong masih anak bawang yang baru 5 hari tahu tentang dunia menulis.  Menumbuhkan semangat untuk menulis bukan hal yang mudah. Mencoba dan berusaha menulis apapun itu akan saya lakukan, karena pesan yang selalu diposting Biasakan Menulis Setiap Hari.

Sunday, 3 May 2020

Pertemanan Berawal dari Brownies



Brownies Duo Cheese

Sebagai pencinta makanan tidak terpungkiri selalu ingin mencoba makanan yang baru. Versi saya untuk mecoba berbagai makanan baru salah satunya dengan memanfaatkan media social sebut saja Instagram. Saat itu makanan yang saya ingin coba adalah makanan manis yang enak. Brownies…….Namanya saja Brown pasti ciri makanan itu adalah berwarna coklat ya… hehehhee ditambah nies itu versi saya ya….berarti coklat yang manis xixixixiii…..

Sudah berapa tahun yang silam seingat saya umur masih 6 tahunan sudah merasakan nikmatnya brownies. Jaman itu harga standarnya Rp. 2.500,- dan itu sudah termasuk mahal lhoo... Jadi kebayangkan sudah berpuluh-puluh tahun saya mengicip yang namanya brownies.  Oke kita mulai dari sejarahnya dulu deh….Brownies merupakan sebuah makanan yang dipanggang atau dikukus yang berbentuk persegi, datar atau bar dikembangkan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan dipopulerkan di Amerika Serikat dan Kanada pada paruh pertama abad ke-20 (sumber: Wikipedia).

Mari kita masuk pada icip-icip brownies ala saya. Kembali lagi ke browsing orang yang jual brownies di Ig. Jadi mari kita lanjutkan browsing. Jari-jari sudah memulai mengeksplore gambar-gambar brownies yang tampil di layar handphone saya. Saat itu mata saya tertuju pada brownies dari akun IG “Vivin Brownies. Oke sip di keep dulu, dalam hati saya bergumam nanti pada saat saya berada di Denpasar akan order brownies ini.

Foto IG Vivin Brownies

Momen yang pas akhirnya hadir, saya kedatangan tamu yang spesiallah ya dan mengajak saya untuk menginap di daerah Canggu. Langsung saja otak dengan kecepatan akses tinggi saya ingat akun “Vivin Brownies”. Sebelum menuju Villa tempat kita menginap saya mampir ke alamatnya. Keinginan saya dari awal adalah memilih varian Duo Cream Cheese Browniesnya. Tibalah saya disana, saya berjumpa dengan karyawan disana dan bertanya adakah brownies yang saya inginkan?? Ternyata karyawan itu berkata kalau ingin harus memesan  jauh-jauh hari. Wahhh….pupus sudah keinginan saya untuk merasakan brownies itu. Mungkin muka saya saat itu manyun kali yaa…Akhirnya karyawan itu merayu saya dan menawarkan dengan varian brownies yang lain. Tidak ada pilihan ya daripada rugi sudah ambil aja. Brownies yang tersisa adalah Brownies Mix. Sayapun melanjutkan menuju tempat saya menginap. Dalam perjalanan saya menghubungi ownernya menginfokan saya berkeinginan untuk membeli brownies duo cheese tapi apa daya karena tidak ada ya sudah saya beli varian lain. Ownernya memberikan informasi yang sama seperti karyawannya. Dan si Doi sedikit berpromosi kalau dia menjual varian yang lain kalau minat boleh di order (biasalah namanya juga promosi). Saya bilang iya saja.


Foto Duo Cream Cheeses

Kesan pertama saya ingat brownies itu dengan kotak kuning, tertulis Vivin Brownies, saya menebak ownernya atau siapanya lah pasti namanya Vivin. Dengan dibungkus kresek merah besar saya terima brownies itu. Saya buka kotaknya, mata saya bertemu dengan Kue berbentuk Kotak dengan varian macam-macam. Ada Coklat, Oreo, Marshmello, Kitkat. Saya potong brownies itu dan saya icip. Woooooowwwww rasanya wenak, coklatnya mantap dan saya suka, namun ada tapiny ya….makan ini juga ada efek sampingnya lho….berdoa saja agar badan tidak makin melebar ya karena kalorinya sangat tinggi. Maklum saya ini tipe-tipe badan berisi dengan tinggi jauh dari kata ideal wkwkwkkwkwkwkwk.

Foto Kemasan Vivin Brownies

Saya tinggal jauh dengan posisi Vivin Brownies. Saya seorang guru SMP di Negara Bali. Posisi Vivin Brownies ada di Canggu- Badung. Kalau dilihat dari jarak ya jauh….Yang namanya orang doyan makan mau tempatnya jauh ya dijabanin aja. Periodik saya beli tidak terlalu sering. Kalaupun sering juga tidak kuat karena panas di kantong wkwkwkwkwkwk……Kadang kala ketika saya order tidak mujur kala itu ownernya lagi tidak produksi itu. Akhirnya karena saking inginnya saya order 2 kotak sekaligus, hebat banget ya….Order 2 kotak karena ada alasannya. Ownernya info kalau dia tidak bisa membuat 1 kotak request karena resep yang dia buat untuk dua kotak. Ya sudah sikat saja lah. Syukurkah timing itu pas, saya mau arisan keluarga, ya syudah itu untuk bekal oleh-oleh saudara. Makin lama komunikasi saya dengan Ownernya lebih dari kata biasa. Oya saya ingat…saya bisa bertemu dengan ownernya langsung ketika saya order brownies saat ulang tahun saya. Brownies itu untuk desert makan bersama teman-teman saya. Disitulah saya bertemu dengan sosok dibalik enaknya brownies. Tangkapan ciri yang saya simpulkan orangnya cepat akrab ya dalam mengobrol. Awal pembicaraan pasti bertanya dimana saya tinggal, kerja dimana dll. Owwww…ooowwww…owwww ternyata dunia memang sempit. Salah satu saudaranya saya juga kenal. Ya sudah makin lama obrolan dengan dia makin akrab saja. Seperti biasalah setiap kali saya order brownies dari Doi saya selalu ikut mempromosikan nikmatnya browniesnya dia.


Foto Duo Cream Cheeses Yang Saya Beli

Kapan hari saya pernah menawarkan dia untuk mempromosikan brownies buatannya di media promosi IG. Doi menerima dengan baik. Saya tidak tau proses yang dilalui sangat panjang. Namun demi menjaga pertemanan dia tidak memberitahukan kepada saya. Mungkin dia takut akan perasaan tidak enak saya heheheh… Suatu ketika Doi pun menceritakan bagaimana proses promosi yang memakan waktu tenang dan juga duit untuk promosiin produk browniesnya.

Pada suatu ketika saya mendapatkan WA dari Vivin Brownies. Doi mengatakan bahwa dia akan membuka mini outlet di depan toko bangunan milik suaminya. Karena ada space kosong ya sudah dipakai saja tempat untuk display varian Vivin Brownies. Sempat dua kali saya datang ke mini outletnya. Dan disana juga tersedia varian brownies dengan versi small jadi bagi yang suka icip lebih banyak bisa membeli lebih banyak variannya. Seperti biasa ya cyiiinnn tetep eksis buat foto bantuin Doi promosi.

 

Ini ada cerita yang lucu antara saya dan Vivin Brownies. Kali ke dua sebelum saya mampir ke outletnya, Doi berkata bahwa dia mencoba membuat cheese cake nanti ingat ya ambil di outlet. Saya diminta untuk tester hasil karyanya Doi. Sesampainya disana saya bertanya dengan karyawannya keberadaan cake itu. Karyawannya menginfokan bahwa cake itu dibawa ke seseorang siapalah saya lupa. Saya sih tidak masalah karena bukan perkara berat. Sesampai di rumah saya menginfokan kepadanya apa yang karyawan itu katakan. Doi marah, katanya sudah janji jadi cake itu harus sampai ditangan saya. Selang beberapa lama akhirnya chesse cake mendarat cantik. Entah apalah yang Doi katakana kepada karyawannya saya pun tak tau hehhe.
Taraaaa… ini dia cheese cake nya. Enak lembut dan ada rasa lemon di dalamnya. Masuk mulut nyeesssss mantaapppp. Makasihh ya Vivin Brownies


Karena sudah berteman di media social layaknya orang-orang, kami suka like ataupun komen terhadap apapun yang diposting. Entah suatu ketika gegara apalah saya lupa, Si Doi sedang menulis dan memposting di akun media sosialnya, saya pun berkomentar. Nah mulailah dari itu setiap Doi menulis (tidak boleh diinfokan) apapun dia selalu menginfokan kepada saya. Saya termasuk tipe orang yang suka membaca cerita tapi untuk menulis, syusssahhhh bingit. Saat ini Doi lagi buat project nulis jadi saya suka baca-baca dan memberi beberapa saran.

Tak hanya soal membahas masalah tulisannya, ternyata saya dan Doi termasuk orang yang berkatagori heboh. Dann….hobynya pun sama Menyanyi... Doi yang mengenalkan saya aplikasi untuk menyanyi dengan memperlihatkan video kita menyanyi, Uji Coba pertama saya malu karena dalam video itu wajah saya full mengisi layar handphone hahahhaha. Kami selalu menginfokan lagu apa yang kita nyanyikan. Tiap hari selalu menyanyi, Cuma kadang kala akhir-akhir ini saya yang suka bolong untuk menyanyi karena sibuk mengikuti diklat online.

Itulah perjalanan pertemanan saya dengan owner Vivin Brownies. Bagi teman-teman yang ingin icip-icip brownies milik teman saya ini mampir saya ke IG nya Vivin Brownies ada banyak varian brownies yang enak-enak bisa juga kok delivery ke luar daerah Bali kayaknya sampai ke Luar Negeri.

Tulisan ini saya buat sambil membayangkan brownies itu mendarat besok ke kampung saya, kebetulan Doi mau mengirimkan sesuatu ke Mamanya di Kampung yang dekat dengan daerah saya sekarng tinggal. Oke Selamat ngiler si Belang…..itu sebutan romatis saya dengan Duo Cream Cheese Browniesnya.






           

Saturday, 2 May 2020

Implementasi Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid


       
Seminar Online PGRI Bali
        
Sumber : Dokumen PGRI Bali

  Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional, PGRI Provinsi Bali mengadakan Seminar Online Implementasi Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid yang dibawakan oleh Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd. Beliau saat ini mejabat sebagai Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud. Dalam Sesi ini beliau didampingi oleh Host Bapak Endra Kuswara,S.Pd dan Moderator Bapak I Wayan Kamasan, S.Pd. M.Pd.

     Makna penting dari Pendidikan Nasional di Indonesia sudah jelas tersurat pada pembukaan UUD 1945 Alenia ke-4 “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Pendidikan tak semata-mata untuk masa kini tapi juga memprediksi masa depan. Adapun hal yang menjadi dasar adalah dengan berkiblat pada Filsafat Pendidikan Indonesia, Konstitusi UUD 1945 tentang tujuan Negara, UUD Susdiknas, Budaya Nasional dan Konteks Gobal. Perlahan namun pasti beberapa perubahan ke arah lebih baik telah dilakukan. Walaupun pekerjaan itu tidak mudah Pemerintah telah berhasil meluaskan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Mutu Pembelajaran yang masih jauh tertinggal juga menjadi latar belakang masalah yang dihadapi sekarang ini.        
         
Pembahasan masuk ke topik mengenai Kerangka Pengembangan Kurikulum. Ada beberapa Kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam masuk ke Abad 21 ini (terlihat pada gambar dibawah ). Tentu kompetensi ini tidak begitu saja mereka miliki tanpa peran dari guru. Pada kondisi ini dituntut guru yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Tidak ada lagi guru dengan sistem lama yang lebih sering memberikan punishment. Guru diharapkan mampu menciptakan Model Edukatif yang baik.
Sumber Materi Milik Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd.

Kompetensi yang tak kalah pentingnya yang harus tetap terjaga adalah Karakter. Sebagai pendidik ada beberapa macam cara yang dilakukan untuk menumbuhkan karakter pada siswa yakni dengan pembelajaran yang bermakna, ekosistem dan budaya sekolah yang sehat, guru sebagai panutan dan lingkungan keluarga serta masayarakt yang memperkuat penumbuhan nilai-nilai dan budi pekerti. Siswa bukan hanya ada pada lingkungan sekolah namun mereka lahir dari lingkungan keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat.

Dokumen kurikulum yang kita miliki di dalam sekolah tidak akan dianggap bermutu apabila proses dari kurikulum itu tidak terpenuhi. Implementasi kurikulum menjadi titik utama dengan dukungan dari guru serta proses pembelajaran yang baik. Saat ini segala administrasi yang dihadapi guru sudah dipermudah. Dengan adanya persiapan mengajar RPP yang sifatnya minimalis, guru akan lebih mudah dalam berinovasi dalam mengajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Hal-hal yang termuat dalam surat edaran ini tentang ujian nasional, proses beljar dari rumah, ujian sekolah untuk kelulusan, kenaikan kelas,PPDB dan Dana BOS. Masa pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini tentu akan mempengaruhi kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Saat ini peranan guru terasa lebih berat dari sebelumnya. Disisi lain siswa juga harus tetap mendapatkan hak-haknya dalam belajar. Segala macam cara yang bersifat daring akan dilakukan sebagai usaha guru untuk memberikan hak kepada siswa. Dengan masa pandemi ini ada hal yang terasa hilang bagi siswa yakni Suasana Educatif nya. Terkadang dalam proses conference siswa bisa menangis karena mereka rindu dengan guru, teman dan suasana sekolahnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran dalam masa COVID-19 banyak mengalami kendala salah satunya teknis, keteratasan akses karena keterbatasan kuota, jaringan dan perangkat keras, praksis, kejenuhan, komukasi terbatas, pembelajaran berubah menjadi pengerjaan tugas, penyiapan bahan dan partisipasi orang tua, filosofi-pedagogis, hilangnya suasana dialogis, sentuhan emosi dan tampilan pribadi guru dalam komunikasi.

Pandemi Covid-19 pasti akan memberikan pengaruh pada pembelajaran. Tidak ada lagi kegiatan sekolah, bertemu dengan guru dan teman. Pembelajaran yang beralih menggunakan pembelajaran daring adalah alternatif yang paling mungkin digunakan. Peran orang tua dalam pandemi ini sangat penting dalam pembelajaran, komunikasi dengan orang tua itu sangat diperlukan.  Walaupun banyak kendala yang dihadapi dengan pembelajaran daring namun esesi siswa terkait dengan hak nya memperoleh pendidikan yang bermakna tidak akan hilang.


Materi Pdf dari Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd.

Friday, 1 May 2020

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-5


Belajar Menulis Gelombang 10

Menulis Tiap Hari, 
No Ghostwriter Untuk Jadi Penulis Sejati

Tak terasa ini adalah hari ke lima dalam Kegiatan Belajar Menulis Bersama Om Jay. Seperempat perjalanan saya dalam kegiatan ini. Tapi, tugas hari pertama belum saya kelarkan karena saya baru bergabung masuk ke grop pada hari ke dua tepatnya join tengah malam. Mendekati jam 14.00 Wita, posisi saya berada di Bali Waktunya Indonesia Bagian Tengah bergegaslah duduk manis memandang handphone. Om Jay sudah memposting flayer nara sumber yang mengisi kegiatan hari ini. Artinya sebentar lagi pemaparan materi dari nara sumber akan dimulai. Kata demi kata sudah mulai meluncur dalam grop menulis milik Om Jay.

Dadang Kadarusman, saya intip blog beliau http://www.dadangkadarusman.com/ ternyata beliau memiliki nama ngetop Deka. Lebih enak rasanya memanggil beliau dengan sebutan Om Deka dari pada Pak Deka ya hehhe…. Diawal percakapan yang beliau kirim dalam grop “Dalam forum ini mungkin saya hanya bisa membawakan materi sedikit saja karena adanya keterbatasan ilmu saya dan hal-hal lainnya. Namun semoga yang sedikit ini bisa menjadi tambahan referensi bagi bapak ibu yang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya”. Penilaian pertama saya dengan nara sumber, beliau sangat humble. Ibarat padi makin berisi makin merunduk. Profesi Om Deka sebagai seorang Motivator terkenal Indonesia dan Pembicara Nasional. Topik yang dibahas kali ini oleh Om Deka “Menulis Setiap Hari Dan Menerbitkan Buku“.

Foto Pribadi Milik Om Deka (http://www.dadangkadarusman.com/career-planning-and-top-talent-development/)

Thursday, 30 April 2020

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-4



Belajar Menulis Gelombang 10

Berbagi Pengalaman Menulis Buku Motivasi dan Kepemimpinan
Pembicara Nasional lahir dari Seorang Penulis Terkenal

Lomba Beleganjur Gita Kumara SMP Negeri 1 Negara


Beleganjur Gita Kumara SMP Negeri 1 Negara


        Penampilan yang memukau dari Beleganjur Gita Kumara SMP Negeri 1 Negara dalam Lomba Beleganjur Tingkat SMP di Kabupaten Jembrana serangkaian dengan HUT Republik Indonesia yang ke 73. 
      Jika dilihat dari arti katanya menurut Wikipedia Baleganjur adalah salah satu ensamble gamelan Bali. Istilah ini berasal dari kata Bala dan GanjurBala berarti pasukan atau barisan, Ganjur berarti berjalan. Balaganjur kemudian menjadi Baleganjur yaitu suatu pasukan atau barisan yang sedang berjalan, yang kini pengertiannya lebih berhubungan dengan sebuah barungan gamelan.
          Dengan berkostum atasan Warna merah dan Saput Putih mendukung penampilan siswa-siswa SMP Negeri 1 Negara. 

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-3


Belajar Menulis Gelombang 10
Belajar, Belajar Dan Belajar Menulis


Tanpa terasa sudah menginjak pertemuan ke-3 dalam Kegiatan Belajar Menulis Bersama Om Jay. Pada kesempatan kali ini tepatnya Rabu, 29 April 2020 kita memperoleh ilmu menulis bersama Nara Sumber Bapak Dr. Uswadin. Beliau Lahir di Brebes, 15 Maret 1968. Gelar Doktor Bidang Manajemen Pendidikan Beliau raih di Universitas Negeri Jakarta. Saat ini nara sumber berprofesi sebagai Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Pengalaman kerja beliau sebagai Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 dan Pengembang Labschool UNJ.

Kali ini Nara Sumber akan memaparkan materi dengan judul Belajar, Belajar dan Belajar Menulis. Pernyataan Awal Beliau yang sangat melekat adalah ”Menulis itu Susah-Susah Gampang”.

Wednesday, 29 April 2020

Belajar Menulis Gelombang 10 Hari Ke-2


Belajar Menulis Gelombang 10

Pertemuan tanggal
:
28 April 2020
Pemateri
:
Dr. PAIDI, S.Pd, M.TPd ( Praktisi Pendidikan Vokasi )
Waktu
:
Pukul 13.00 - 15.00 WIB
Topik
:
Merancang Design Pembelajaran Modern
Peresume
:
Komang Elik Mahayani (elle.mahayani@gmail.com)

                Dengan berkiblat dari Tujuan Pendidikan Nasional yakni mengembangkan kualitas sumber daya manusia, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya produktif dan kreatif oleh seluruh komponen bangsa, agar generasi muda dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya serta peranan penting Kualitas Sumber Daya Manusia dalam menghadapi persaingan pada Era MEA ( Masyarakat Ekonomi Asia). Maka diperlukan sebuah solusi dalam bidang Pendidikan khususnya cara memperbaiki ketidakefektifan belajar. Salah satu kendala yang tak terduga yang memicu ketidakaktifan belajar adalah Bencana Alam atau Peristiwa Luar Biasa yang kita alami saat ini Pandemi Covid-19. Apakah Solusi yang bisa ditawarkan??? Solusi itu adalah dengan melaksanakan Pembelajaran Blended Learning.
          Langkah-langkah Perancangan Design Pembelajaran yang pemateri paparkan mengacu pada tokoh fenomenal bidang desain  pembelajaran yaitu Prof Dr. Atwi Suparman (mantan rektor UT) dan Dick & Carrey. Secara umum Proses perancangan desain pembelajaran terdiri dari 11 langkah yg dpt sy uraikan sebagai berikut:

  1.   Langkah 1, kita perlu mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna atas materi2 yg dianggap sulit atau perlu dipelajari lebih lanjut.
  2. Langkah 2, Berdsarkan data yg di dapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran / bahan yng akan kita rancang.
  3. Langkah 3, Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang.
  4. Langkah 4, Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang akan menjkadi target atau pemakai buku yg kita rancang.
  5.  Langkah 5, Membuat rumusan tujuan instruksional khusus (penggunaan istilah instruksional disini berdasarkan sumber asli yg di karang oleh Dick & Carrey yaitu instructional).
  6. Langkah 6, Melakukan penyusunan TES.
  7. Langkah 7, Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan (dalam hal ini saya merancang pembelajaran secara Blended Learning).
  8. Langkah 8, Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online. Dalam hal perancangan bahan pembelajaran (Buku) dapat digunakan teori Rothwel dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin).
  9. Langkah 9, setelah draft bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi formatif sbb: 1. one-to-one expert dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar Desain, pakar Media, pakar Materi, pakar bahasa); 2. One-to-one learner (melibatkan 3 orang siswa yang berasark dari siswa peringkat atas, menengah dan bawah); 3. Evaluasi Small group (melibatkan sekitar 9 siswa yang berasakl dari kelompok, menengah dan bawah); 4. Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa  yang berasal dari kelompokl Atas, menengah dan bawah. Setiap tahapan muai evaluasi one-to-one, evaluasi small group akan menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan setelah field trial baru dinamakan prototipe bahan pembelajaran.
  10.  Langkah 10 Melakukan evaluasi Formatif.
Foto Dokumen Powerpoint Desain Pembelajaran Modern Dr. Paidi,S.Pd. M.TPd
         
                   Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa dalam masa Pandemi Covid-19 yang sedang kita alami saat ini tidak akan menyurutkan efektifitas kita dalam belajar. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan Pembelajaran Blended Learning.

Berikut Video Presentasi dari Dr. PAIDI, S.Pd, M.TPd ( Praktisi Pendidikan Vokasi )
Dokumen Milik Pribadi Dr. PAIDI, S.Pd, M.TPd ( Praktisi Pendidikan Vokasi )



Sunday, 12 April 2020

Belenggu Yang Tak Kasat Mata

     Tepatnya dimulai dari Tanggal 16 Maret 2020 Pemerintah Provinsi Bali  sudah melaksanakan pembelajaran di rumah bagi satuan pendidikan. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease ( COVID-19). Otomatis Sekolah tempat saya mengajar pun akan melaksanakan kebijakan itu. Saat ini saya mengajar di SMP Negeri 1 Negara dengan mengampu Mata Pelajaran Bimbingan TIK. Diawal saya berfikir Wuhan itu sangat jauh dari tempat kami sehingga serasa mustahil jika virus itu sampai menyebar disini. Tapi alhasil apa dikata, bak kobaran api bertemu desiran angin begitu cepatnya virus itu menyebar sehingga kami pun harus melakukan pembelajaran di rumah demi memutus penyebaran Covid-19.