Selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Mengetahui Tempat Menakjubkan Membuat Hati Bahagia

Traveling Salah Satu Cara menghilangkan Penat

Mengajar itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Dunia Penuh Canda Tawa Peserta Didik

Wednesday, 6 January 2021

ABSENSI KELAS VIIB INFORMATIKA

 

ABSENSI KELAS VIIA INFORMATIKA

ABSENSI KELAS IXE BI. TIK

ABSENSI KELAS IX D BIM.TIK

 

ABSENSI KELAS IX C BIM.TIK

 

ABSENSI KELAS IXB BIM. TIK

 

ABSENSI KELAS IX A BIM.TIK


Tuesday, 5 January 2021

Suka Menulis Ala Om Matahari

 


Apa mau dikata, profesi Penulis tidak ada pada list sewaktu mencari KTP. Mungkin dipikir semua orang bisa menulis kalii ya….Itu cerita lucu yang saya dengar dari Om Matahari Timoer.

          Kenapa Om Matahari tetap menulis padahal profesi menulis tidak diakui?? Menulis bagi Om Matahari adalah sebuah hobby. Dari kebiasaan sejak remaja sering menulis pada buku harian. Segala luapan emosi, perasaan yang dialami, kegelisahan hati, apapun yang dirasakan Om Matahari semuanya dituliskan. Kata beliau menulis itu bisa digunakan untuk menjaga kewarasan. Antisipasi agar tidak stress mungkin ya?

          Pengalaman Om Matahari benar-benar luar biasa. Tulisan yang dihasilkan Om Matahari banyak dilirik penerbit. Keren banget ya?? Kita masih mikir gimana caranya nerbitin buku di penerbit terkenal nih? Salah satu tulisan kreatif yang terbit menjadi buku diambil dari hasil wawancara dengan orang-orang pinggiran, dagang gorengan, orang-orang yang sering ditemui Om Matahari.

Kiat menulis yang dibagikan oleh Om Matahari :

Mengendapkan kegelisahan; Melakukan riset agar tidak ada kontradiksi atas data yang diangkat; Membuat peta naskah (rencana tulisan), merencanakan isi bab 1 hingga akhir, setting konflik dan tokoh apa muncul di bab berapa? Ini penting banget dipakai untuk kaedah cerita; Mulailah menulis ketika ada mood (drafting); Membaca ulang untuk memperbaiki kemasan cerita; kalau udah komplite ya jadi deh Buku.

Banyak digital tools yang bisa digunakan untuk mendukung aktivitas kita dalam menulis seperti medsos, blog, tweeter, WA, Video, Podcast/Radio, Photo. Beberapa persoalan dalam dunia menulis seperti pembajakan karya, plagiasi dan kelemahan pada riset.

          Bahan tulisan Om Matahari diambil dari berbagai kegiatan. Salah satunya melalui postingan teman pada sosmed. Pertikaian, konflik dalam bidang politik, keadaan sosial dan masih banyak lagi. Untuk memudahkan Om Matahari dalam menulis novel terkadang beliau menuliskan clue,,clue lewat status medsos. Dikala ada waktu, status medsos akan dikembangkan lagi menjadi sebuah cerita.

          Banyak pengalaman menulis yang dibagikan Om Matahari pada Club AIESI Writter. “Jangan menulis ketika bosan, karena setiap orang pernah merasa bosan”. Menulis karena suka, seolah semua terasa tanpa beban walaupun dalam perjalanan menulis banyak hal yang pernah dihadapi dari dikritik sempat sampai ingin dibunuh karena karya beliau.

 

          Jadi pengen belajar nulis novel dari cerita pengalaman Om Matahari, semoga saja daya imajinasi bisa tercipta dan novel terealisasi.

Google Meet, Meet Bersama Muridku

 

      


        Awal semester genap telah dimulai. Rencana awal kami akan melakukan kombinasi dalam pembelajaran. Ada tatap mukanya dan ada daringnya. Tapi apa mau dikata, lonjakan peningkatan penyebaran Covid-19 makin menjadi-jadi. Zona merahpun menyelimuti wilayah kami.

          Siapa bilang kami tak rindu murid-murid secara langsung. Jangan tanya juga kendala yang kami hadapi selama daring. Kebosanan iya pasti semua pasti merasakan. Opening pembelajaran yang aku lakukan seperti biasa kita melakukan kontrak kerja dulu. Mulai dari materi yang dibahas dan teknologi apa yang akan kami gunakan dalam pembelajaran yang masih daring ini.

          Google meet. Itu opsi yang saya gunakan untuk pertemuan virtualku bersama murid-murid. Melalui akun pembelajar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat digunakan oleh guru dan murid serta  tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. Memanfaatkan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kamipun bersua dan diawal untuk tetap membangkitkan semangat yang tinggi pada murid, kuberikan mereka kuis gembira dengan permainan hangman. Tak terasa waktu 40 menit telah habis. Paling tidak dengan aplikasi ini kami bisa lebih sering bertatap muka walau dengan virtual

 

#pentigraf kedua

         

Monday, 4 January 2021

Makan Harusnya Hati-Hati

 

       Waktu itu saya masih menjadi mahasiswa S1 di salah satu universitas di Yogyakarta. Tidak hanya sibuk belajar, saya yang doyan kuliner sengaja untuk mencicipi nikmatnya kuliner di Yogyakarta. Jadah Tempe, Tempe Mendoan, Gugeg, SGPC dan masih banyak lagi. Menuliskan saja saat ini sudah membuat saliva keluar. Memang semua itu sungguh nikmat.

          Bukan hanya kuliner khas Yogyakarta saja yang saya cicipi, terkadang saya yang asli Orang Bali rindu juga makanan khas Bali. Lawar, mmmmm itu benar-benar enak. Cusss….segeralah saya menuju Rumah Makan Favorit saya jikalau rindu pulang. Saya makan bersama teman. Semangat menikmati lawar, kami duduk dan makanan sudah ada di depan mata. Suguhan terlihat lezat, sepiring nasi putih, piring-piring kecil yang berisikan sayur, lawar, daging makin menggugah selera. *maaf ya mungkin yang membacapun ikut menelan saliva atau bisa juga perut ikut keroncingan.

          Saatnya makan. Sendok dan garpu sudah memposisikan diri. Piring nasi dan lawar dan teman-temannya sudah berposisi berdampingan. Sesuap demi sesuap masuk ke mulut, mmmm….mantap benar. Suapan semakin ngebut, yaa karena enak dan lapar juga ya. Krekk…tiba-tiba pertengahan suapan saya merasakan pahit, kunyahan langsung terhenti. Mulai berpikir apa yang saya kunyah ini, rasanya sungguh tak enak pahit. Ehhh… ternyata setelah saya keluarkan dari mulut, saya menggigit jeruk limau/jeruk sambal. Kontak saja teman saya tertawa melihat saya dan berkata “kalau makan itu harus hati-hati, jangan hanya lop masuk ke mulut, liat dulu”. Saya hanya manggut saja sambil meminum air untuk menghilangkan rasa pahit akan jeruk limau tersebut.

 

#pentigraf

Thursday, 31 December 2020

EXPLORE TABANAN

 

EXPLORE TABANAN

Komang Elik Mahayani

          Libur tlah tiba….libur tlah tiba hatiku gembira. Bagaikan lirik lagu itulah yang saya rasakan. Saatnya menghilangkan penat dan sumpek pikiran selama bekerja. Otak juga perlu refreshing, memberikan kesegaran agar nanti otak bisa diajak bekerja dengan optimal.

          Namun saying, pandemi membuat kita tidak leluasa untuk menentukan tujuan wisata untuk berlibur. Travelling keluar pulau mengharuskan wisatawan mengeluarkan biaya ekstra untuk meyakinkan diri bahwa kita sehat terbebas dari Virus Covid-19. Tapi tidak perlu bersedih, masih banyak tempat wisata di sekitar kita yang bisa diexplore. Jadi jangan buang waktu, segeralah kunjungi tempat wisata tersebut.

          Awal liburan saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di Kota Singaraja. Waktu tempuh dari tempat saya tinggal sekarang di Jembrana memakan waktu 2.5 jam. Setelah puas menikmati kampung halaman, saya melalukan wisata yang dekat-dekat saja yakni di Kabupaten Tabanan.

          Kabupaten Tabanan terletak dibagian selatan Pulau Bali. Waktu tempuh dari Kota Singaraja sekitar 2 jam perjalanan. Banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Kabupaten Tabanan. Kali ini saya mengexplore 3 tempat wisata dalam waktu 2 hari.

The Blooms Garden

          


The Blooms Garden terletak di Banjar Batusesa, desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Lokasi di kaki pegunungan menambah kesejukan. Hamparan taman dengan warna-warni bunga cantik  yang bisa dilihat dari luar area wisata membuat mata pengunjung berbinar-binar ingin segera menuju kesana.

          Untuk masuk ke The Blooms Garden tidak perlu “merogoh kocek” yang banyak. Untuk dewasa cukup Rp. 20,000,- dan anak-anak Rp. 15.000,-. Sebelum masuk ke area pastikan pengunjung telah mengisi baterai gawai, tongsis ataupun tripod untuk mendukung mengambil gambar, baik swafoto ataupun foto bersama. Banyak spot foto yang ditawarkan di The Blooms Garden.

          Dikutip dari situs tempatwisatadibali.info, Taman The Blooms Garden dibuat dengan mengadopsi gaya taman bunga di Dubai Miracle Garden yang dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman bunga cantik. Jadi bagi para Instagramable, wajib mengunjungi The Blooms Garden untuk menambah koleksi fotonya.



          Selain hamparan taman dengan aneka warna-warni bunga, The Blooms Garden menghadirkan spot foto dari bagunan yang ada disana seperti kincir angin, rumah hobbit, patung burung yang dibuat dari tanaman dan bunga – bunga, balon terbang, dan juga villa tempat menginap disediakan di The Blooms Garden.

          Wisatawan di The Blooms Garden juga terdapat menikmati wisata adventure petualangan menjelajaji kawasan ini dengan cara naik kendaraan seperti mobil beroda empat ATV. Ayunan besar bagi yang memiliki nyali yang besar dengan langsung melihat hamparan hijau dari atas ayunan. Wahhh sungguh asyik bukan. Dan diakhir setelah lelah berjalan dan menikmati pemandangan kita bisa menikmati masakan di resto yang ada disana.

Rumah Gemuk Bali

          Tak jauh dari The Blooms Garden, akhirnya rasa penasaran saya terobati. Tempat ngehitz bagi kaula muda untuk menikmati makanan sambil mencuci mata melihat keindahan yang ditawarkan. Nama Tempat Wisatanya adalah Rumah Gemuk Bali, bagi yang doyan swafoto atau foto bersama sungguh tempat ini sebagai surganya berfoto. Banyak spot foto yang ada. Pengunjung ditawarkan beberapa pilihan untuk menikmati makanan disana, versi piknik atau versi duduk dengan meja dan kursi seperti resto biasanya.


             Karena saya kesana ketika makan siang, area piknik penuh dan dengan terpaksa saya harus menikmati makanan di lantai atas. Sambil menunggu pesanan makanan, saya memanfaatkan waktu untuk berfoto-foto. Tak jarang ada pengunjung yang datang ke Rumah Gemuk Bali untuk membuat foto prawed,,,uuhhh romatis banget. 




          Makanan dan minuman disini enak-enak, pegawainya ramah-ramah sesekali meminta mereka untuk mengambil foto saya. Para pengunjung diberikan waktu maksimal 2 jam untuk menikmati hidangan dan juga makanan disana. Ayoo… segera mampir ke Rumah Gemuk Bali dijamin perut kenyang, hati senang.




Jatiluwih

          Destinasi terakhir berlabuh di Jatiluwih. Desa yang berada di kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, provinsi Bali. Begitu masuk daerah ini pengunjung sudah ditawarkan hamparan sawah dengan teras seringnya. Warna padi menguning membuat suasana liburan semakin lengkap.

          Sekilas informasi tentang desa Jatiluwih. Daerah Jatiluwih dikenal sebagai salah satu daerah di Bali yang menghasilkan beras berkualitas. Karena Keunikan sawah berteras yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.

          Bagi para wisatawan yang ingin ke Jatiluwih cukup membayar tiket masuk untuk Desawa Rp. 20,000,- dan anak-anak Rp. 10.000,-. Tidak hanya memiliki pesona pada area persawahan, ada beberapa aktifitas yang bisa pengunjung coba seperti trekking, bersepeda menikmati hawa sejuk. Bagi pengunjung yang suka kuliner, banyak resto yang ada di Jatiluwih.

          Kali ini saya mencoba menikmati makanan di Gong Jatiluwih. Tempatnya sungguh indah, sambil menikmati makanan, hamparan sawah dan perbukitan bisa kita lihat secara leluasa.


Liburan singkat namun berkesan. Back to nature, cocok juga untuk menghilangkan kepenatan kita selama ini dengan kembali ke alam.